FPLH Tolak Perluasan TPA Sarimukti

- Editor

Sabtu, 16 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, bipol.co – Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) menyatakan menolak perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang berada di wilayah hutan KPH Perhutani Bandung Barat.

Sebelumnya Pemprov Jabar mengajukan perluasan kawasan pembuangan sampah Sarimukti dari 22 hektar menjadi 42 hektar di lahan milik Perhutani yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ketua FPLH Thio Setiowekti mengatakan, penolakan itu disampaikan dengan pertimbangan kawasan hutan Sarimukti merupakan hutan produksi yang berada di kawasan Bandung utara (KBU).

Di hutan itu, kata Thio, terdapat sekitar  20.000 pohon jati produktif berumur 10 tahun, yang juga berfungsi sebagai  resapan air untuk kawasan di bawah nya .

“Apalagi tidak ada teori maupun fakta bidang kehutanan dan lingkungan satu pun yang memperbolehkan hutan jadi “tempat sampah”,” kata Thio kepada wartawan di Bandung, Sabtu (16/2).

Menurut Thio, dulu tahun 2007 kawasan hutan Sarimukti diijinkan Menteri Kehutanan menjadi tempat penampungan sampah karena menjadi sebuah  pengecualian.

Saat itu, sampah di Kota Bandung dan sekitarnya mengalami keadaan “darurat” pasca terjadi longsor TPA Leuwigajah Cimahi tahun 2005. Lalu TPA Sarimukti dijadikan alternatif untuk diperbolehkan menjadi tempat sampah.

“Tujuannya untuk menyelamatkan Kota Bandung dari “Lautan Sampah” yang saat itu menumpuk di mana-mana,” katanya.

Setelah 10 tahun berlalu, lanjut Thio, Pemprov Jabar gagal membuat solusi untuk penanganan sampah Bandung Raya karena TPA Legok Nangka tidak kunjung selesai.

“Sekarang malahan akan merusak hutan Produksi seluas 20 hektar yang berfungsi sebagai resapan air, penghasil oksigen dan “green belt ” untuk dijadikan tempat sampah,” katanya.

Theo menilai, tindakan Kemenhut mengijinkan Sarimukti jadi TPA untuk menangani dampak longsor di TPA Leuwigajah merupakan  “kesalehan sosial”.

“Tapi sekarang dimanfaatkan Pemprov Jabar sehingga berubah menjadi “kesalahan sosial” yang tidak bisa dimaafkan,” pungkasnya. [Ude]

Berita Terkait

Pemkab Bandung Kembali Raih WTP 8 Kali Berturut-turut, Kang DS Persembahkan Prestasi Ini untuk Masyarakat
Widya N. Firdansyah, Sang Kreator Logo HJKB 214
Rembug Bedas, Warga Minta Program Prioritas Bupati Bandung Dilanjutkan
Karena Alasan Ini, Kang DS Terima Penghargaan Pangdam III/Siliwangi Awards
HKN, Bupati Dadang Supriatna Sampaikan Lima Komponen Hadapi Indonesia Emas 2045
Pemkot Cimahi Kembali Raih Predikat Opini WTP dari BPK RI
Pj.Wali Kota Cimahi Lakukan Panen Bersama Komoditas Cabai
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Kota Cimahi: Momentum Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 21:07 WIB

Pemkab Bandung Kembali Raih WTP 8 Kali Berturut-turut, Kang DS Persembahkan Prestasi Ini untuk Masyarakat

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:17 WIB

Widya N. Firdansyah, Sang Kreator Logo HJKB 214

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:00 WIB

Rembug Bedas, Warga Minta Program Prioritas Bupati Bandung Dilanjutkan

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:49 WIB

Karena Alasan Ini, Kang DS Terima Penghargaan Pangdam III/Siliwangi Awards

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:08 WIB

HKN, Bupati Dadang Supriatna Sampaikan Lima Komponen Hadapi Indonesia Emas 2045

Selasa, 21 Mei 2024 - 10:29 WIB

Pemkot Cimahi Kembali Raih Predikat Opini WTP dari BPK RI

Senin, 20 Mei 2024 - 20:18 WIB

Pj.Wali Kota Cimahi Lakukan Panen Bersama Komoditas Cabai

Senin, 20 Mei 2024 - 19:48 WIB

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Kota Cimahi: Momentum Wujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono bersama Widya N. Firdansyah pemenang Lomba Logo HJKB ke-214 .

REGIONAL

Widya N. Firdansyah, Sang Kreator Logo HJKB 214

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:17 WIB