Refleksi Bulan Bahasa, 11 Bahasa Daerah Punah

- Editor

Kamis, 21 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, bipol.co – Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar mengatakan, sebanyak 11 bahasa daerah di Tanah Air dikategorikan punah.

“Terdapat 11 bahasa yang dikategorikan punah, empat bahasa kritis, 22 bahasa terancam punah, dua bahasa mengalami kemunduran, 16 bahasa dalam kondisi rentan punah, dan 19 bahasa berstatus aman,” kata Dadang di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Dia menjelaskan, dari 668 bahasa daerah yang telah dicatat dan diidentifikasi tersebut, baru 74 bahasa yang telah dipetakan vitalitas atau daya hidupnya. Pemetaan itu belum termasuk ragam dialek dan sub-dialek bahasa daerah di Indonesia.

Ke depan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan mengidentifikasi bahasa daerah di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat untuk penuntasan pemetaan bahasa daerah di Indonesia. “Jumlah hasil pemetaan tersebut tentunya akan bertambah, seiring bertambahnya jumlah daerah pengamatan dalam pemetaan berikutnya,” ujar Dadang.

Menurut dia, perlu upaya strategis dalam upaya perlindungan bahasa daerah itu.

Berdasarkan data Unesco, keanekaragaman bahasa dan multilingualisme dapat menjadi bagian integral untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu mendorong pendidikan berkualitas dan merata, serta pendidikan sepanjang hayat.

“Dengan penggunaan bahasa daerah dan pendidikan multilingualisme dapat mendorong pemerataan pendidikan yang berkualitas untuk pembangunan yang berkelanjutan,”kata Dadang. (ant)

Berita Terkait

Tingkatkan Daya Saing Global, Presiden Tekankan Pentingnya Bangun SDM
Ganti PDNS 2, Pemerintah Targetkan Layanan Publik Kembali Normal
Revisi UU Kementerian Negara Berbasis pada Efektivitas Pemerintahan Sesuai Visi-Misi Presiden
Amanda Soemedi Hadiri Harganas ke-31 di Semarang
Presiden Jokowi akan Berikan Bansos Beras Hingga Desember 2024
KPK Usut Dugaan Korupsi Bansos Presiden, Jokowi Bilang: Silahkan Diproses Hukum
Bamsoet Apresiasi Kinerja Kemenag pada Operasional Haji 1445 H/2024 M
Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan, Rehabilitasi, dan Renovasi Sarana Pendidikan di Kalimantan Tengah

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:28 WIB

Tingkatkan Daya Saing Global, Presiden Tekankan Pentingnya Bangun SDM

Senin, 1 Juli 2024 - 19:38 WIB

Ganti PDNS 2, Pemerintah Targetkan Layanan Publik Kembali Normal

Sabtu, 29 Juni 2024 - 19:43 WIB

Revisi UU Kementerian Negara Berbasis pada Efektivitas Pemerintahan Sesuai Visi-Misi Presiden

Sabtu, 29 Juni 2024 - 17:33 WIB

Amanda Soemedi Hadiri Harganas ke-31 di Semarang

Jumat, 28 Juni 2024 - 15:45 WIB

Presiden Jokowi akan Berikan Bansos Beras Hingga Desember 2024

Jumat, 28 Juni 2024 - 14:22 WIB

KPK Usut Dugaan Korupsi Bansos Presiden, Jokowi Bilang: Silahkan Diproses Hukum

Kamis, 27 Juni 2024 - 20:00 WIB

Bamsoet Apresiasi Kinerja Kemenag pada Operasional Haji 1445 H/2024 M

Kamis, 27 Juni 2024 - 18:34 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan, Rehabilitasi, dan Renovasi Sarana Pendidikan di Kalimantan Tengah

Berita Terbaru

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna memberikan bantuan untuk peningkatan pembangunan masjid dan santunan kepada anak-anak yatim saat Jumling di Masjid Baitul Muslimin, Kampung Babakan Timur, RW 07 Desa/Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (12/7/2024).

REGIONAL

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 

Sabtu, 13 Jul 2024 - 13:20 WIB