Anak Pejabat Bisnis Zaman Now

- Editor

Sabtu, 23 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.bipol.co – Beda dulu, beda sekarang. Jika dulu banyak anak pejabat yang menebeng nama orangtua mereka untuk ikut tender pemerintah, kini anak-anak pejabat memilih buka bisnis sendiri yang lepas dari pengaruh orangtua mereka. Tentunya ini tanda positif, ketimbang maju dan sukses tapi hasil praktik kolusi atau nepotisme, lebih baik memilih bisnis kecil namun dibangun dari usaha sendiri.

Inilah yang dilakukan oleh 5 anak pejabat yang dirangkum oleh CNBC Indonesia. Ketimbang memilih bisnis yang terkait dengan profesi yang dijalani bapak atau ibunya, para milenial ini justru mencoba bisnis baru yang sesuai minat mereka.

Sarah Sofyan

Sarah Sofyan anak dari Direktur Utama PLN Sofyan Basir ini ternyata melanjutkan bisnis butik muslim Rumah Ayu yang awalnya didirikan oleh sang ibu mertua pada tahun 1995. Sarah yang kini mengatur bisnis itu membuat Rumah Ayu menjadi usaha one stop shopping untuk para muslimah. Sebagai fashionpreneur dan owner Sarah pun juga turut menyumbangkan ide untuk setiap koleksi yang ditampilkan. Bahkan pendiri komunitas Hijaber Jakarta ini juga mulai mendesain beberapa hijab dan busana. Dalam bisnis nya itu terdapat beberapa kebutuhan wanita, seperti tas, sepatu, aksesori dan make-up.

Kaesang Pangarep

Jabatan dari sang ayah ternyata tidak membuat Kaesang ikut terjun memanfaatkannya. Kaesang memiliki sederet bisnis zaman now, seperti jas hujan (Tugas Negara Bos) yang dijual sekitar Rp 155 ribu per item. Tidak hanya itu, Kaesang pun membuat clothing line dengan produk kaus yang dirilis pada 27 Agustus 2017 dan dibanderol Rp 150 ribu. Bersama sang kakak Gibran Rakabuming, Kaesang juga membuat bisnis kuliner pisang nugget. Bahkan hingga saat ini dia pun masih aktif menjadi youtuber. Agak unik memang pilihan karir bisnisnya, mengingat anak-anak presiden generasi sebelumnya biasa berkecimpung di bisnis skala berat seperti infrastruktur, otomotif, bahkan migas.

Mario Minardi

Putra mantan Gubernur Bank Indonesia, Adri Martowardojo baru-baru ini berkolaborasi dengan merek sepatu ternama Mario Minardi. Sneakers berbahan kulit itu sengaja Adri desain langsung sesuai dengan gayanya yang kerap kali berpenampilan sporty dan klasik. Sepatu itu memiliki persediaan terbatas dan juga untuk program amal.Setiap penjualan akan disumbangkan sebesar Rp 500 ribu ntuk pembangungan pendidikan dan bangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.

Mesty Ariotedjo

Tidak hanya menjadi seorang dokter, Mesty Ariotedjo juga berprofesi sebagai model dan pandai bermain harpa. Anak Dirut Antam Arie Prabowo Ariotedjo ini juga mendirikan sebuah start up yakni WeCare.id yang merupakan sebuah situs untuk mengumpulkan dana bagi pasien di daerah terpencil atau yang membutuhkan akses terhadap perawatan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang optimal. Tidak hanya itu, Mesty juga menjadi anggota termuda The World Economic Forum 2014 dari Indonesia dan anggota Global Shapers Jakarta. Mesty merupakan satu-satunya perwakilan dan pembicara dalam Konferensi anak-anak International NonCommunicable Diseases (NCD), Pelabuhan Spanyol, Trinidad & Tobago, dari Indonesia. Pada majalah Forbes 2016, Mesty Ariotedjo pernah dinobatkan sebagai pemuda yang dianggap telah mendulang kesuksesan besar dibawah 30 tahun pada bidang Healthcare & Science.

Dyota Mahottama Marsudi

Putra pertama dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ini memiliki bisnis dan prestasi yang membanggakan. Dyota yang merupakan lulusan jurusan akutansi, fakultas ekonomi Universitas Indonesia ini sekarang menjadi executive director Vertex Ventures dan pernah bekerja sebagai Konsultan Manajemen di The Boston Consulting Group hingga akhir 2017. Dia juga pernah menjadi Co-founder dan COO Happy5. Serta menjadi investor Buka Pintu pada tahun 2015. (dgp)

 

 

Berita Terkait

Ambil Hikmah Kejadian Subang, Pemprov Jabar dan GIPI Sepaham Bangun Industri Pariwisata Jabar 
Produk Kerajinan Tangan Jabar Ramaikan Expo Dekranas
Pemkab Bandung Kembali Hapus Sanksi Denda Pajak Daerah, Ini Menurut Bapenda Jenis dan Ketentuannya
Sekda Jabar Dorong BUMDes dan BUMDesma Kuatkan Eksistensi Lawan Rentenir atau Bank Emok
Perumda Tirta Raharja Kembali Dapat Hibah Berbasis Kinerja 2024 dari Australia Rp10,2 Miliar
Bupati Bandung Terima Bantuan Bibit dan Alat Pertanian Senilai Rp 2,8 M dari Mentan
Promosikan Produk Unggulan Jabar, Amanda Soemedi Resmikan Tiga Fasilitas di Bandara Kertajati
Rakor Persiapan WWF ke-10 di Bali, Pemkab Bandung Dorong PDAM Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 22:08 WIB

Ambil Hikmah Kejadian Subang, Pemprov Jabar dan GIPI Sepaham Bangun Industri Pariwisata Jabar 

Kamis, 16 Mei 2024 - 13:55 WIB

Produk Kerajinan Tangan Jabar Ramaikan Expo Dekranas

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:34 WIB

Pemkab Bandung Kembali Hapus Sanksi Denda Pajak Daerah, Ini Menurut Bapenda Jenis dan Ketentuannya

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:25 WIB

Sekda Jabar Dorong BUMDes dan BUMDesma Kuatkan Eksistensi Lawan Rentenir atau Bank Emok

Rabu, 8 Mei 2024 - 21:53 WIB

Perumda Tirta Raharja Kembali Dapat Hibah Berbasis Kinerja 2024 dari Australia Rp10,2 Miliar

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:15 WIB

Bupati Bandung Terima Bantuan Bibit dan Alat Pertanian Senilai Rp 2,8 M dari Mentan

Selasa, 7 Mei 2024 - 09:37 WIB

Promosikan Produk Unggulan Jabar, Amanda Soemedi Resmikan Tiga Fasilitas di Bandara Kertajati

Jumat, 3 Mei 2024 - 21:31 WIB

Rakor Persiapan WWF ke-10 di Bali, Pemkab Bandung Dorong PDAM Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih

Berita Terbaru