BIPOL.CO, BANDUNG BARAT – Puluhan warga Kampung Cilangari, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat diduga keracunan. Mereka dilarikan ke Puskesmas setempat dan sebagian Ke RSUD Cililin, Bandung Barat.
Hingga Selasa (14/2) pagi sejumlah korban dikabarkan masih mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Gununghalu, sebagian sudah bisa pulang.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, perisitiwa itu terjadi bermula pada Minggu (12/2). Warga saat itu mengikuti acara pengajian dalam rangka peringatan Isra Mi’raj.
Tiba-tiba mereka merasa sakit pada pagi harinya, seperti diare dan mual. Dalam acara tersebut mereka menyantap makanan nasi kotak yang dibagikan panitia usai acara.
“Ternyata tidak hanya satu dua orang, tapi ada sekira puluhan orang merasakan sakit,” kata salah seorang warga Gununghalu saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Warga yang diduga keracunan, katanya, terus bertambah, dari semula sekirat 27 orang, korban bertambah menjadi lebih dari 80 orang.
Belum diketahui pasti penyebab keracunan tersebut, namun diduga dari makanan nasi kotak.
Untuk memastikan penyebab keracunan pihak aparat kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan dan membawa sampel makanan dan minuman untuk diperiksa di laboratorium.
Korban Bertambah
Sementara mengutip dari detik.com, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan di Kampung Cilangari, bertambah menjadi 83 orang.
Sebelumnya pada Minggu (12/2/2023), jumlah korban ada sekitar 50 warga yang diduga keracunan makanan dengan gejala muntah-muntah mendadak, mual, pusing, hingga diare.
Kepala Desa Cilangari, Sabana mengatakan hingga Senin (13/2/2023) jumlah warga yang diduga keracunan itu menjadi 83 orang.
“Tadi pagi ada penambahan 6 orang lagi yang diduga keracunan. Jadi totalnya sekarang ada 83 orang, karena terakhir malam itu ada 77 orang,” ujar Sabana saat dihubungi, Senin (13/2/2023).
Enam orang tersebut, kata Sabana, langsung dilarikan ke Puskesmas Gununghalu untuk mendapatkan penanganan dari petugas medis.
“Langsung dibawa ke Puskesmas Gununghalu sesuai arahan dari kepala puskesmas. Kalau ada pasien tambahan langsung dibawa ke puskesmas saja,” kata Sabana.
Sabana mengatakan saat ini penanganan terhadap warga yang mengalami gejala seperti keracunan itu dipusatkan di dua lokasi, yakni RSUD Cililin serta di Puskesmas Gununghalu.
“Sekarang penanganan di 2 titik, jadi sudah tidak ada di lokasi (masjid kampung setempat). Semuanya di puskesmas sama di RSUD Cililin,” tutur Sabana.
Beruntung dari total 83 orang yang mengalami gejala keracunan itu, sebagian sudah membaik dan sudah boleh pulang. Namun mereka masih tetap dipantau oleh petugas puskesmas.
“Dari jumlah itu ada yang sudah agak sehat bisa pulang. 41 orang. Sisanya masih dirawat di puskesmas dan di RSUD Cililin. Untuk yang di rumah ada pengecekan terus dari tim medis,” ujar Sabana.
Guna memastikan penyebab warga mengalami gejala tersebut, sampel makanan yang disajikan dalam acara tabligh akbar malam sebelumnya sedang diuji laboratorium.
“Jadi untuk memastikan penyebabnya kita uji lab makanannya. Kemarin sampelnya sudah dibawa sama Polres, tinggal menunggu hasilnya saja,” ucap Sabana. (deddy)