Upaya Penanganan Sampah di Kota Bandung Menggandeng Masyarakat, DPRD Acungi Jempol

- Editor

Minggu, 11 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIPOL.CO, BANDUNG – DPRD Kota Bandung mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menangani sampah selama ini. Terlebih, Pemkot Bandung selalu berupaya menggandeng partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangani sampah.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan dalam Sosialisasi Gerakan Kang Pisman SWK Karees di Pendopo, Minggu 11 Juni 2023.

“Kami dari DPRD Kota Bandung mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan. Permasalahan ini harus diselesaikan oleh kita bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap, kegiatan sosialisasi Kang Pisman ini dapat diselenggarakan lebih masif. Menurutnya, ini bisa menjadi salah satu upaya penanganan sampah di Kota Bandung agar tidak terlalu bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

“Pertama, kegiatan ini harus dilakukan secara masif. Kedua, kita harus bersama-sama dalam menangani permasalahan sampah ini,” ujar Tedy.

Senada dengan Tedy, Pelaksana Harian Wali Kota Bandung Ema Sumarna menyebut penerapan Kang Pisman adalah salah satu upaya meminimalisir sampah agar tidak dibuang ke TPA.

“Prediksi kami, TPA Sarimukti yang sudah overload, paling lama bisa kita gunakan sampai 2025. Setelah itu apa? Tentu, penanganan sampah sejak saat ini perlu dilakukan,” ujar Ema.

Meski begitu, Ema optimis penanganan sampah di Kota Bandung dapat dilakukan. Ia berkaca pada contoh kawasan yang telah berhasil menangani masalah sampah.

Seperti misalnya di RW 12 Maleer atau di RW 02 Cipamokolan, Kota Bandung.

“Contohnya sudah ada. Tidak perlu jauh-jauh. Di RW 12 Maleer atau RW 02 Cipamokolan. Saudara kita sendiri. Jadi, mari Bapak-Ibu, kita belajar dari yang terdekat,” ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Dudi Prayudi mengingatkan, wilayah atau kawasan yang sukses menerapkan Kang Pisman cenderung tidak mengalami masalah saat terjadi penumpukan sampah. Seperti misalnya saat pasca Idulfitri beberapa waktu lalu.

Selain itu, Dudi juga menyampaikan saat ini 55 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang sempat mengalami penumpukan pasca Idulfitri, kini semuanya sudah normal.

Meski begitu, kata Dudi, hal ini bukan berarti penanganan sampah selesai.

“Kita tidak bisa berleha-leha. Sebab TPA Sarimukti sudah overload. Jadi, mari terapkan Kang Pisman. Seperti sama-sama diketahui, daerah yang menerapkan Kang Pisman tidak terpengaruh apa-apa saat terjadi penumpukan sampah kemarin,” kata Dudi.(adv.)

Editor: Deddy

Berita Terkait

Kelurahan Leuwigajah Luncurkan Sistem Pelaporan Online Terintegrasi (LAPOR)
Pj Bupati Yudia Ajak Kepala Desa Akselerasi Program Pembangunan
DPRD Kota Bandung Setujui Dua Raperda dan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2025
Dugaan Gratifikasi, Ormas MGP akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa
Bantuan Beras Bagi Belasan Ribu KPM Bergulir Kembali
Pemkot Cimahi Komitmen Wujudkan Satu Data Cimahi yang Berkualitas
Keterbukaan Publik Dorong Kepercayaan Terhadap Pemerintah
Pemda Provinsi Jabar Jajaki Kerja Sama Pembangunan TPPAS Cirebon Raya dengan Investor China

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 15:40 WIB

Kelurahan Leuwigajah Luncurkan Sistem Pelaporan Online Terintegrasi (LAPOR)

Kamis, 25 Juli 2024 - 15:20 WIB

Pj Bupati Yudia Ajak Kepala Desa Akselerasi Program Pembangunan

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:48 WIB

Dugaan Gratifikasi, Ormas MGP akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:09 WIB

Bantuan Beras Bagi Belasan Ribu KPM Bergulir Kembali

Rabu, 24 Juli 2024 - 15:41 WIB

Pemkot Cimahi Komitmen Wujudkan Satu Data Cimahi yang Berkualitas

Berita Terbaru