Forum Peduli Pasar Banjaran Datangi DPRD  Minta Revitalisasi Segera Direalisasikan

- Editor

Jumat, 23 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pedagang Pasar Banjaran yang tergabung dalam Forum Peduli Pasar Banjaran saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kabupaten Bandung-Soreang, Jumat (23/6/2023). (Foto: Deddy)

Para pedagang Pasar Banjaran yang tergabung dalam Forum Peduli Pasar Banjaran saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kabupaten Bandung-Soreang, Jumat (23/6/2023). (Foto: Deddy)

BIPOL.CO, BANDUNG – Para pedagang Pasar Banjaran yang tergabung dalam Forum Peduli Pasar Banjaran melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Jumat (2/6/2023). Mereka datang ke DPRD Kabupaten Bandung untuk meminta kepastian revitalisasi pembangunan Pasar Sehat Banjaran, yang saat ini belum direalisasikan.

Mereka datang sekira pukul 14.00 WIB, diterima langsung Ketua Komisi B Praniko Imam Sagita dan anggota yang sudah menunggu di Ruang Rapat Komisi B. Hadir Asisten II Ekonomi Pembangunan H Marlan, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupatrn Bandung Dicky Nugraha, dan pihak terkait lainnya.

Kordinator Forum Peduli Pasar Sehat Banjaran Asep Anwar, yang mengaku mewakili semua pedagang Pasar Banjaran datang ke dewan untuk meminta kepastian soal revitalisasi Pasar Banjaran. Setidaknya ada lima tuntutan yang meraka sampaikan untuk segera ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Mau dibawa kemana kami, Jumlah kami lebih dari 1000 pedagang yang mendukung pembangunan, yang tidak mendukung hanya 200 atau 300 pedagang, karena itu kami mohon pembangunan pasar jangan ditunda-tunda, kalau sudah sesuai tahapan kami harap pembangunan segera dilaksanakan,” kata Asep Anwar.

“Kios kami sudah dibongkar, kami merasa rugi kalau berlarut-larut seperti ini.Kami mohon pemerintah Kabupaten Bandung, pembangunan pasar segera dilaksanakan,” tuturnya.

Asep mengatakan, pihaknya hanya berpandangan lain dengan pembangunan revitalisasi ini, dengan harapan pedagang pasar bisa mencicipi pembangunan. Karena setelah dibangun Kota Banjaran akan tertata dan akan terhidar dari kemacetan dan pembangunan akan dinikmati oleh masyarakat.

“Kami sebagai forum peduli pedagang pasar Banjaran, mendorong, mendukung program pemerintah,” katanya.

Pedagang lainnya Ida mempertanyakan, kapan diadakan pembongkaran dan pembangunan pasar. “Karena dengan ditundanya pembangunan omset menurun, penghasilan menurun. Status saya terumbang-ambing, jadi mohon segera dibangun,” ucapnya.

Hal sama disampikan H Eja, yang saat ini mengaku sudah pindah ke tempat relokasi, memita supaya pasar segera dibangun, supaya jualannya lancar. “Pembeli sekarang pada pindah ke pasar swalayan atau pedagang lainnya karena belum ada kejelasan pembangunan, karena itu kami minta segera dibangun,” katanya.

Pedagang lain minta  agar PKL yang ada di depan pasar segera ditertibkan. “Tolong bagaimana solusinya, action-nya bagaimana,  Tiga bulan belum ada kepastian tolong segera dibangun,” ucapnya.

“Kenapa harus mendukung orang orang yang melanggar, saya harap anggota dewan segera merealisasikan pasar Banjaran,”” timpal Dede yang juga dari Forum Peduli Pasar Banjaran.

Ketua Komisi B Praniko Imam Sagita, mengatakan, baik yang menerima maupun yang menolak sama-sama warga Kabupaten Bandung, sama sama mempunyai hak.

Praniko juga meminta Disdagin menjelaskan atas molornya pembangunan. “Kenapa pembangunan oasar itu molor sehingga pembangunan tidak sesuai tahapan, kami mohon bagian Disdagin.menjelaskan,” katanya.

Sementara Asisten Kesejahteraan Pembangunan Kabupaten Bandung H Marlan mengatakan, Pemkab Bandunv sudah berniat baik untuk melaksanakan penataan kota-kota di Kabupaten Bandung, salah satunya Banjaran, yaitu Pasar Baru Banjaran.

“Beberapa revitalasi pasar tujuannya bagaimana pasar tradisional yang awalnya kumuh menjadi tertata, bersih dan sehat, konsumennya juga akan senang untuk datangan. Bahkan pengunjung wisatawan juga bisa mampir,” ujarnya.

“Sesuia perjanjian yang sudah ditandatangi antara Bupati dengan pengembang pasar, Insya Alloh akan dikawal terus, karena insvestor mauanya cepat, .Harapan kami dari pemerintah daerah bahwa pembangunan pasar itu bisa berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” katanya.

Kadisdagin Kabupaten Bandung Dicky Nugraha mengaku sangat terharu atas penyataan para pedagang yang mendukung pemerintah dalam revitalisasi pasar, Karena dengan berlarut-larutnya pembangunan bisa banyak yang dikorbankan. Para pedagang yang mendukung revitalisasi dan banyak terkena imbas akibat pembangunan belum berjalan.

“Kami melakukan revitalisai termasuk pogram perencanaan daerah, tidak ujung ujug, tapi melalui kajian-kajian dan tahapan. Kegiatan tahapan sudah masuk penjadwalan peralihan pedagang ke tempat penampungan  pedagang sementara yang sudah disediakan pemerintah dan pengembang. Tahapan ini seharusnya dari awal sudah dilakukan tiang pancang pada bulan Juni minggu kedua. Tapi karena ada persoalan pedagang yang belum sepakat akhirnya tertunda

“Kami tidak menganggap yang tidak sepakat sebagai musuh, kami juga sudah menetapkan jadwal tahapan bahkan sudah disosialisaikan kepada para pedagang Pasar Banjaran, kami sudah memberikan toleransi, melakukan komunikasi bersama pak bupati untuk kesepakatan, tapi  mereka belum sepakat,” kata Dicky.

Dicky berharap, program ini harus tetap berjalan yang mayoritas sudah 1400 lebih sepakat. Mengenai proses PTUN, tuturnya, tetap berjalan tapi tidak ada keputusan dari pihak pengadilan untuk menunda pembangunan, karena itu harus melakukan tahapan.

“Selama tahapan belum dilaksanakan akan terus terjadi kontra dan pembangunan akan tertunda. Kami sudah berusaha dengan yang kontra untuk toleransi dan mediasi namun mereka bersikeras tidak mau terima,” ucapnya.(adr)

Editor: Deddy

Berita Terkait

Diskominfotik KBB Raih Predikat “Tinggi” pada Indeks Profesionalitas ASN 2025
SOMASI Tanam Pohon di Gambung, Eyang Memet: Merawat Alam Kewajiban Spiritual dan Moral
Tinjau Titik Banjir Babakan Ciparay, Wali Kota Bandung Bakal Bangun Saluran Bawah Tanah
ATR/BPN Kabupaten Bandung Serahkan 245 Sertipikat pada Warga Desa Margahayu Selatan
DPUTR Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Penganugerahan OPD Sub Urusan Jasa Kontruksi
Bunda Literasi Kabupaten Bandung Serukan Orang Tua Lindungi Anak dari Ancaman Judol
Atasi Banjir, Bupati Bandung Ancam Cabut Izin Usaha Bila Tidak Penuhi Kewajiban Perda RTRW
MA Hailuki Sebut Alokasi Subsidi Anggaran Rp 800 M Bentuk Keberpihakan pada Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:21 WIB

Diskominfotik KBB Raih Predikat “Tinggi” pada Indeks Profesionalitas ASN 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:37 WIB

SOMASI Tanam Pohon di Gambung, Eyang Memet: Merawat Alam Kewajiban Spiritual dan Moral

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:25 WIB

Tinjau Titik Banjir Babakan Ciparay, Wali Kota Bandung Bakal Bangun Saluran Bawah Tanah

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:24 WIB

ATR/BPN Kabupaten Bandung Serahkan 245 Sertipikat pada Warga Desa Margahayu Selatan

Senin, 1 Desember 2025 - 13:34 WIB

DPUTR Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Penganugerahan OPD Sub Urusan Jasa Kontruksi

Berita Terbaru