PC PMII Beri “Kartu Kuning” untuk Pemkab Bandung, Wakil Ketua DPRD: Mari Kawal Isu-isu yang Berkembang

- Editor

Senin, 29 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung . Yayat Hidayat, saat berdialoh di tengah kerumunan massa pengunjukrasa PC PMII Kabupaten Bandung, di depan pintu Gerbang Pemkab Bandung, Soreang, Senin (29/1/2024). (Foto: Ist.)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung . Yayat Hidayat, saat berdialoh di tengah kerumunan massa pengunjukrasa PC PMII Kabupaten Bandung, di depan pintu Gerbang Pemkab Bandung, Soreang, Senin (29/1/2024). (Foto: Ist.)

BIPOL.CO, BANDUNG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC.PMII) Kabupaten Bandung melakukan aksi damai di depan Gerbang pintu masuk Pemerintah Kabupaten Bandung di Soreang, Senin, 29 Januari 2024.

Mereka menyoroti dan analisis atas beberapa persoalan pokok yang terjadi di Kabupaten Bandung.

Dalam aksinya PC.PMII memberikan penilaian “Kartu Kuning” kepada Pemerintah Kabupaten Bandung.

Aksi mereka yang dijaga ketat petugas keamanan itu, ditengahi Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bandung H. Yayat Hidayat, S.E., MM., untuk melakukan dialog.

Dalam aksinya PC PMII menyampaikan sejumlah tuntutan. Antara lain, tiga poin program Bupati Bandung yang dijadikan persoalan pokok PC PMII. Diantaranya terkait Kesejahteraan Petani dan Buruh Tani Kabupaten Bandung, Intensif Guru Ngaji Kabupaten Bandung dan Pinjaman Tanpa Bunga Tanpa Anggunan.

Selain itu PC.PMII Kabupaten Bandung juga meyampaikan 5 poin uraian tuntutan yang harus dievaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Yaitu, menghentikan monopoli sekaligus memberikan keleluasaan terdahap petani untuk melakukan transaksi jual-beli pupuk dengan tidak mengurangi atau menahan insentif yang di terima.
Melakukan pemerataan dan peningkatan jumlah terhadap akses insentif guru ngaji
Mencegah dan menindaklanjuti tindakan peminjaman ilegal terutama yang disertai kekerasan.
Membentuk regulasi oleh DPRD Kabupaten Bandung untuk memberian kewenangan pengalokasian insentif guru ngaji ke kemenag
Menuntut DPRD Melakukan kontrol terhadap budget dan implementasi atas persoalan-persoalan tersebut

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bandung H. Yayat Hidayat, S.E., MM., dalam kesempatan itu merespon tuntutan yang akan dijadikan evaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Atas isu tersebut, DPRD Kabupaten Bandung akan mengkonfirmasi ke dinas pelaksana terkait dan mengajak mahasiswa (PMII) untuk bersama mengawal isu-isu yang berkembang,” ungkap Yayat Hidayat, saat melakukan dialog di tengah kerumunan masa unjuk rasa.

Terkait Guru ngaji menurut Yayat Hidayat, bahwasannya anggaran yang di alokasikan untuk Guru Ngaji bukan dari Kemenag melainkan dari APBD. Maka dari itu, ujarnya, sikap dari DPRD Kabupaten Bandung akan memanggil dinas terkait.

“Terkait BUMD (BPR dan BJB) memang sudah kami wanti-wanti bukan untuk usaha internal tapi untuk pengembangan usaha Masyarakat Kabupaten Bandung yang terdampak Covid-19,” ucap Yayat Hidayat.

Hal ini, lanjut Yayat, untuk mendukung masyarakat agar ekonomi bangkit kembali.

Terkait dana pinjaman tanpa bunga dan agunan, kata Yayat, yang membayar bunga adalah APBD. Pinjaman tersebut dialokasikan untuk masyarakat yang membutuhkan dan tidak boleh dikurangi sepeserpun.

“DPRD Kabupaten Bandung meminta data dan akan memanggil pihak penyelenggara program terebut,” papar Yayat.(ads)

Berita Terkait

Kelurahan Leuwigajah Luncurkan Sistem Pelaporan Online Terintegrasi (LAPOR)
Pj Bupati Yudia Ajak Kepala Desa Akselerasi Program Pembangunan
DPRD Kota Bandung Setujui Dua Raperda dan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2025
Dugaan Gratifikasi, Ormas MGP akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa
Bantuan Beras Bagi Belasan Ribu KPM Bergulir Kembali
Pemkot Cimahi Komitmen Wujudkan Satu Data Cimahi yang Berkualitas
Keterbukaan Publik Dorong Kepercayaan Terhadap Pemerintah
Pemda Provinsi Jabar Jajaki Kerja Sama Pembangunan TPPAS Cirebon Raya dengan Investor China

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 15:40 WIB

Kelurahan Leuwigajah Luncurkan Sistem Pelaporan Online Terintegrasi (LAPOR)

Kamis, 25 Juli 2024 - 15:20 WIB

Pj Bupati Yudia Ajak Kepala Desa Akselerasi Program Pembangunan

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:48 WIB

Dugaan Gratifikasi, Ormas MGP akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:09 WIB

Bantuan Beras Bagi Belasan Ribu KPM Bergulir Kembali

Rabu, 24 Juli 2024 - 15:41 WIB

Pemkot Cimahi Komitmen Wujudkan Satu Data Cimahi yang Berkualitas

Berita Terbaru