Lahan Pemakaman Kian Menyusut, DPKP Kota Cimahi Terapkan Skema ini

- Editor

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIPOL.CO, KOTA CIMAHI – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi menyebutkan, lahan pemakaman di Kota Cimahi terus mengalami penyusutan. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi pun sudah menerapkan skema tumpang di sejumlah pemakaman.

Data DPKP Kota Cimahi, dari total 22.853 lubang makam yang tersedia di delapan tempat pemakaman umum (TPU) muslim dan non muslim yang dikelola pemerintah, kini sudah terisi sudah ada 21.764 lubang. Artinya hanya menyisakan 1.089 lubang saja.

“Dari 8 TPU yang dikelola pemerintah memang ada yang sudah minus, artinya melebihi daya tampung atau kapasitas. Itu solusinya terpaksa harus tumpang baik di TPU muslim maupun non muslim,” ujar Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang.

Pemakaman yang dikelola Pemkot Cimahi tersebar di TPU Muslim Cipageran yang sudah terisi 4.126 dari total kapasitas 4.851 lubang sehingga sisanya hanya 725 lubang, di TPU Mbah Cikur yang memiliki kapasitas 1.559 lubang kini sudah terisi 2.516 sehingga lebih 917 unit makam.

Kemudian TPU Kihapit total daya tampungnya sebanyak 1.571 lubang dan sudah terisi 828 lubang sehingga sisanya hanya 743 lubang, di TPU Pojok dari total daya tampung 3.877 lubang sudah terisi 4.051 lubang sehingga kelebihan 624 jenazah.

Di TPU Sirnaraga terdapat jatah 1.608 lubang, dan kini sudah terisi 831 lubang sehingga tersisa 777 lubang, TPU Lebaksaat yang memiliki kapasitas 909 lubang sudah terisi 535 lubang sehingga sisanya 374 lubang saja. Begitupun di TPU non muslim seperti di Leuwigajah (Kerkof) yang memiliki kapasitas 6.669 lubang kini sudah dihuni 7.028 jenazah serta TPU Cipagera (Santiong) dari kapasitas 1.770 subang kini sudah terisi 1.339 lubang sehingga sisanya hanya 371 lubang.

Dirinya melanjutkan, ketersediaan lahan pemakaman dengan angka kematian yang terdata Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi yang mencapai 4.500 dalam setahun.

“Tingkat angka meninggal per tahun 4.500 angkanya kalau data dari Disdukcapil. Kemudian yang dimakamkan di 8 TPU yang dikelola pemerintah itu 300.500 per tahun. Sisanya mungkin di makam keluarga atau di luar Kota Cimahi,” kata Endang.***

Berita Terkait

Diskominfotik KBB Raih Predikat “Tinggi” pada Indeks Profesionalitas ASN 2025
SOMASI Tanam Pohon di Gambung, Eyang Memet: Merawat Alam Kewajiban Spiritual dan Moral
Tinjau Titik Banjir Babakan Ciparay, Wali Kota Bandung Bakal Bangun Saluran Bawah Tanah
ATR/BPN Kabupaten Bandung Serahkan 245 Sertipikat pada Warga Desa Margahayu Selatan
DPUTR Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Penganugerahan OPD Sub Urusan Jasa Kontruksi
Bunda Literasi Kabupaten Bandung Serukan Orang Tua Lindungi Anak dari Ancaman Judol
Atasi Banjir, Bupati Bandung Ancam Cabut Izin Usaha Bila Tidak Penuhi Kewajiban Perda RTRW
MA Hailuki Sebut Alokasi Subsidi Anggaran Rp 800 M Bentuk Keberpihakan pada Rakyat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:21 WIB

Diskominfotik KBB Raih Predikat “Tinggi” pada Indeks Profesionalitas ASN 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:37 WIB

SOMASI Tanam Pohon di Gambung, Eyang Memet: Merawat Alam Kewajiban Spiritual dan Moral

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:25 WIB

Tinjau Titik Banjir Babakan Ciparay, Wali Kota Bandung Bakal Bangun Saluran Bawah Tanah

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:24 WIB

ATR/BPN Kabupaten Bandung Serahkan 245 Sertipikat pada Warga Desa Margahayu Selatan

Senin, 1 Desember 2025 - 13:34 WIB

DPUTR Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Penganugerahan OPD Sub Urusan Jasa Kontruksi

Berita Terbaru