Migrant Care Temui Wabup Syaefudin, Suarakan Aspirasi Pekerja Migran Indramayu

- Editor

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

BIPOL.CO, KAB. INDRAMAYU – Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menerima audiensi dari Migrant Care yang konsentrasi pada isu pekerja migran, Jumat (22/8/2025).

‎Dalam pertemuan tersebut, perwakilan staf program Migrant Care, Leli, menyampaikan sejumlah temuan lapangan serta harapan terhadap pemerintah daerah.

‎Leli menjelaskan, pihaknya melakukan survei di sembilan desa di Kabupaten Indramayu terkait kondisi pekerja migran dan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Beberapa isu utama yang ditemukan di antaranya soal jaminan sosial, keberlanjutan usaha ekonomi purna migran, serta kebutuhan pelayanan terpadu di tingkat desa.

‎“Pada tahun 2022 dan 2024, PMI tidak terjamin dalam jaminan sosial. Kebanyakan keluarga PMI juga tidak masuk kategori penerima jaminan sosial. Selain itu, dari sisi ekonomi, banyak purna PMI yang awalnya memiliki usaha pada 2022, berjalan di 2023, namun berhenti di 2024 karena keterbatasan modal. Akibatnya mereka kembali berangkat ke luar negeri untuk mencari penghasilan, karena takut meminjam ke bank,” ungkapnya.

‎Migrant Care mendorong agar pemerintah dapat memberikan dukungan modal bagi purna migran sehingga mereka dapat bertahan dan tidak harus kembali bekerja di luar negeri. Migrant Care juga mengembangkan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di desa-desa survei yang dilengkapi dengan fitur input data migrasi dan pengaduan kasus purna migran, dan berharap PPT ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indramayu.

‎Wabup Syaefudin menyampaikan apresiasi atas kepedulian Migrant Care terhadap pekerja migran. Menurutnya, Pemkab Indramayu terus berkomitmen dalam menjaga hak PMI, termasuk dalam aspek perlindungan, permodalan usaha, hingga penanggulangan kasus kecelakaan maupun kematian migran.

‎Wabup juga meminta Disnaker Indramayu untuk memperketat pengawasan terhadap agen-agen penyalur tenaga kerja agar tidak terjadi penyimpangan.

‎“Migrant Care adalah stakeholder penting. Kami memahami tidak semua PMI pulang dalam keadaan sukses, sehingga pemerintah perlu hadir memberikan perlindungan dan dukungan. Pemda akan menjadi jembatan antara perbankan dengan purna PMI agar mereka bisa mandiri memulai usaha,” tambahnya.

‎Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, yang turut hadir dalam audiensi, menegaskan persoalan pekerja migran melibatkan banyak sektor, mulai pra-penempatan, masa penempatan, hingga kepulangan.

‎“Selain jaminan sosial, kami juga memperhatikan tumbuh kembang anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja ke luar negeri melalui monitoring Disduk-P3A. Untuk purna PMI, kami siapkan pelatihan, pemberdayaan, hingga rehabilitasi sosial. Kendala pemasaran juga kami tindaklanjuti dengan menggandeng Diskopdagin,” jelasnya.

‎Endang juga memaparkan, hingga Agustus 2025, Disnaker menerima 38 pengaduan kasus pekerja migran, di mana 27 sudah ditangani dan sisanya masih dalam proses. Edukasi migrasi aman terus digencarkan ke desa-desa, agar masyarakat berangkat secara prosedural dan terhindar dari praktik perdagangan orang (TPPO).

‎Dalam kesempatan tersebut, Migrant Care menyerahkan hasil survei lapangan beserta contoh implementasi desa migrasi aman di Desa Juntinyuat kepada Wakil Bupati Syaefudin.**

Berita Terkait

Wali Kota Bandung Dorong Rumah Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak
Dispangtan Cimahi Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Zoonosis, ini Sebabnya
CHIMA Awards 2025, Mendorong Daya Saing dan Menumbuhkan Iklim Inovasi di Kota Cimahi
Pemkot Bandung Siapkan Langkah Terpadu Hidupkan Kembali Pasar Modern Batununggal
Banyak Warganya Jadi Korban, Bupati Bandung Minta Situs Judi Online Diblokir 
ASN Harus Kuasai AI untuk Tingkatkan Kinerja
Forum Aspemkesra 2025 Bahas Program Strategis di Aula Gempungan KBB
Penebangan Liar di Pangalengan Bupati Bandung Marah, Minta Aparat Menindak Tegas 
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:31 WIB

Wali Kota Bandung Dorong Rumah Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:05 WIB

Dispangtan Cimahi Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Zoonosis, ini Sebabnya

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:21 WIB

CHIMA Awards 2025, Mendorong Daya Saing dan Menumbuhkan Iklim Inovasi di Kota Cimahi

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:57 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Langkah Terpadu Hidupkan Kembali Pasar Modern Batununggal

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:18 WIB

Banyak Warganya Jadi Korban, Bupati Bandung Minta Situs Judi Online Diblokir 

Berita Terbaru