KH. Miftah Faridl: Perusakan Bukan Jalan, Perbaiki Akhlak dan Kebijakan Ekonomi

- Editor

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIPOL.CO, KOTA BANDUNG – Di tengah menghangatnya suasana politik dan maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah, termasuk Kota Bandung, ulama kharismatik KH. Miftah Faridl menyerukan pesan menyejukkan.

Ia mengingatkan, perusakan fasilitas, rumah, maupun harta benda bukanlah jalan penyelesaian, melainkan musibah yang menambah luka bangsa.

“Tidak ada persoalan yang bisa diselesaikan dengan cara perusakan. Itu hanyalah musibah bagi kita semua,” ujar KH. Miftah dalam tausiyahnya, Senin, 1 September 2025.

Pernyataan ini hadir sebagai pengingat di tengah dinamika unjuk rasa yang kerap memanas, bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerugian.

KH. Miftah Faridl menilai, di balik gejolak sosial dan ledakan emosi massa, terdapat persoalan mendasar: ketidakpuasan akibat kesenjangan ekonomi. Ia mengingatkan, Al-Qur’an telah menegaskan agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan tertentu.

“Jangan sampai kekayaan hanya terkonsentrasi pada sekelompok kecil orang-orang kaya. Ini peringatan keras bagi kita semua,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi inilah yang harus direspons pemerintah dengan kebijakan adil, agar rakyat kecil tidak merasa semakin ditekan sementara mereka yang berkuasa justru kian makmur.

Di tengah riuhnya isu politik, KH. Miftah menekankan pentingnya perbaikan akhlak. Seorang muslim yang berakhlak, kata dia, tidak akan merusak harta orang lain, meski tengah menghadapi perbedaan pendapat atau kesulitan hidup.

“Tidak mungkin kita sama rata dalam hal kekayaan, tetapi kita bisa sama dalam akhlak. Mari belajar tenggang rasa. Bagi yang kaya, jangan mempertontonkan kekayaan di hadapan mereka yang sedang kesulitan,” pesannya.

Kepada para penguasa, KH. Miftah berpesan agar lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat melalui kebijakan ekonomi yang menyejukkan, bukan yang memperlebar jarak sosial.

Sedangkan kepada masyarakat, ia menyerukan pentingnya bertobat, berdoa, dan menghindari dendam. Semua persoalan hukum, kata KH. Miftah, sebaiknya diserahkan kepada aparat berwenang, bukan dihakimi sendiri.

“Orang yang beragama tidak mungkin dendam. Mari kita saling memaafkan dan mendekatkan diri kepada Allah,” pungkasnya.

Pesan KH. Miftah ini menjadi pengingat penting di tengah ramainya isu demonstrasi di Bandung. Di satu sisi, aspirasi masyarakat tetap sah untuk disuarakan. Namun di sisi lain, jalan kekerasan, pengrusakan, dan anarki jelas bukan solusi.

Dengan seruan moral tersebut, KH. Miftah mengajak seluruh elemen bangsa untuk menata kembali akhlak, meneguhkan keadilan ekonomi, dan menjaga persatuan di tengah gejolak.**

Berita Terkait

Wali Kota Bandung Dorong Rumah Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak
Dispangtan Cimahi Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Zoonosis, ini Sebabnya
CHIMA Awards 2025, Mendorong Daya Saing dan Menumbuhkan Iklim Inovasi di Kota Cimahi
Pemkot Bandung Siapkan Langkah Terpadu Hidupkan Kembali Pasar Modern Batununggal
Banyak Warganya Jadi Korban, Bupati Bandung Minta Situs Judi Online Diblokir 
ASN Harus Kuasai AI untuk Tingkatkan Kinerja
Forum Aspemkesra 2025 Bahas Program Strategis di Aula Gempungan KBB
Penebangan Liar di Pangalengan Bupati Bandung Marah, Minta Aparat Menindak Tegas 
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:31 WIB

Wali Kota Bandung Dorong Rumah Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:05 WIB

Dispangtan Cimahi Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Zoonosis, ini Sebabnya

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:21 WIB

CHIMA Awards 2025, Mendorong Daya Saing dan Menumbuhkan Iklim Inovasi di Kota Cimahi

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:57 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Langkah Terpadu Hidupkan Kembali Pasar Modern Batununggal

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:18 WIB

Banyak Warganya Jadi Korban, Bupati Bandung Minta Situs Judi Online Diblokir 

Berita Terbaru