BIPOL.CO, BANDUNG BARAT – Dalam upaya menekan angka pengangguran dan membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat, Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB terus menggencarkan program pelatihan keterampilan bagi calon tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, Yovi Indrawan Iskandar, mengatakan bahwa program pelatihan yang dijalankan BLK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong lahirnya tenaga kerja terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disnaker KBB, Edwar Maulana, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, BLK KBB menargetkan 20 paket kegiatan pelatihan dengan total 320 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.
“Jenis pelatihannya beragam, mulai dari perbengkelan, menjahit, tata rias, bakery, pembuatan roti dan kue, pelatihan servis AC, barista, hingga olahan ikan,” ujar Edwar.
Peserta pelatihan, lanjutnya, harus memenuhi ketentuan dari Kementerian Ketenagakerjaan, yakni berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP, mampu baca tulis, serta tidak sedang bekerja maupun bersekolah. Seluruh kegiatan pelatihan tahun 2025 dibiayai melalui anggaran APBD KBB.
Lebih lanjut, Edwar mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan meningkatkan kapasitas program pelatihan secara signifikan. Rencananya, akan diselenggarakan empat paket pelatihan setiap bulan dengan jumlah peserta 64 orang per bulan, sehingga dalam setahun ditargetkan mencapai 768 peserta.
“Kalau dibandingkan dengan tahun 2025, ini peningkatannya mencapai 100 persen. Jenis pelatihannya pun tetap sama, hanya volumenya yang bertambah,” jelasnya.
Selain bersumber dari APBD, BLK KBB juga memperoleh anggaran pelatihan dari APBN melalui BPVP Lembang untuk dua paket kegiatan, yaitu pelatihan barista dan pembuatan roti dan kue.
“Untuk tahun depan kami belum tahu apakah akan ada lagi bantuan anggaran dari APBN atau tidak. Namun kami sangat berharap program dari pusat bisa terus berlanjut karena dapat menambah kegiatan pelatihan berbasis kompetensi,” pungkas Edwar.
Lebih jauh, Edwar juga menyampaikan bahwa pada tahun depan BLK KBB akan membangun gedung pelatihan baru di Desa Cilame, yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Bandung Barat.
“Saat ini proses perencanaan pembangunan sudah melalui tahapan DED dan berjalan dengan baik. Mudah-mudahan tahun depan pembangunan bisa segera dimulai. Selama ini kami masih menumpang kegiatan di Masjid As-Sidiq Kompleks Pemkab KBB. Dengan adanya gedung sendiri, nanti kegiatan pelatihan bisa lebih optimal, termasuk adanya fasilitas asrama bagi peserta,” ujarnya. *)Bukhori/diskominfotikkbb



















