MBG di Kota Cimahi Zero Accident, Ngatiyana Beberkan Triknya

- Editor

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIPOL.CO, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya accident atau kecelakaan seperti keracunan usai mengkonsumsi menu MBG seperti yang terjadi di daerah lain.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, sejauh ini program MBG masih mempertahankan zero accident atau nol kasus kecelakaan dari peristiwa keracunan massal. Menurutnya, pengawasan dari semua pihak termasuk pemerintah sangat dalam mencegah adanya keracunan.

“Alhamdulillah kolaborasi ini yang membuat MBG berjalan lancar,” ujar Ngatiyana saat meninjau SPPG Citeureup 3, Jalan Ciawitali, Jumat (31/10/2025).

Pemkot Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), kata dia, turun tangan ke setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cimahi untuk melakukan pengecekan kondisi bahan baku sebelum diolah untuk dijadikan menu MBG.

“Barangnya, bahan baku sebelum masuk SPPG diperiksa dulu oleh Dispangtan. Kualitas sayurannya, dagingnya dan sebagainya, ini tugas Dispangtan yang selalu memutar ke titik-titik SPPG,” kata dia.

Setelah bahan baku dipastikan berkualitas, lali Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pemeriksaan kondisi menu. Dinkes Kota Cimahi tentunya akan bekerjasama dengan ahli gizi di setiap SPPG untuk memastikan menu makanan yang disiapkan aman dan bermanfaat untuk menunjang perkembangan anak sekolah.

“Setelah masuk baru Dinkes bagaimana porsinya, kesehatannya, proteinnya, kandungan gramnya. Itu tugas Dinkes,” ucap Ngatiyana.

Setelah dipastikan aman, menu MBG itu baru didistribusikan ke setiap penerima di Kota Cimahi. Namun tentu saja tidak langsung dicicipi oleh pelajar maupun ibu menyusui dan ibu hamil, tapi akan dicoba dulu oleh petugas khusus yang sudah disiapkan.

“Di setiap SPPG ada ahli gizinya, kemudian sampai barang (MBG) ke sekolah di sana sudah ada yang mencicipi sebelum siswa. Ada petugasnya, bukan kepala sekolah atau guru. Sehingga nanti dikonsumsi oleh anak-anak dalam kondisi aman,” ungkap dia.***

Berita Terkait

Diskominfotik KBB Raih Predikat “Tinggi” pada Indeks Profesionalitas ASN 2025
SOMASI Tanam Pohon di Gambung, Eyang Memet: Merawat Alam Kewajiban Spiritual dan Moral
Tinjau Titik Banjir Babakan Ciparay, Wali Kota Bandung Bakal Bangun Saluran Bawah Tanah
ATR/BPN Kabupaten Bandung Serahkan 245 Sertipikat pada Warga Desa Margahayu Selatan
DPUTR Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Penganugerahan OPD Sub Urusan Jasa Kontruksi
Bunda Literasi Kabupaten Bandung Serukan Orang Tua Lindungi Anak dari Ancaman Judol
Atasi Banjir, Bupati Bandung Ancam Cabut Izin Usaha Bila Tidak Penuhi Kewajiban Perda RTRW
MA Hailuki Sebut Alokasi Subsidi Anggaran Rp 800 M Bentuk Keberpihakan pada Rakyat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:21 WIB

Diskominfotik KBB Raih Predikat “Tinggi” pada Indeks Profesionalitas ASN 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:37 WIB

SOMASI Tanam Pohon di Gambung, Eyang Memet: Merawat Alam Kewajiban Spiritual dan Moral

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:25 WIB

Tinjau Titik Banjir Babakan Ciparay, Wali Kota Bandung Bakal Bangun Saluran Bawah Tanah

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:24 WIB

ATR/BPN Kabupaten Bandung Serahkan 245 Sertipikat pada Warga Desa Margahayu Selatan

Senin, 1 Desember 2025 - 13:34 WIB

DPUTR Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Penganugerahan OPD Sub Urusan Jasa Kontruksi

Berita Terbaru