BIPOL.CO, KAB.SUMEDANG – Jabar Etno Festival 2025 yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat selama dua hari merupakan ruang bagi para seniman di Jawa Barat untuk berkreasi dan mengaktualisasikan potensi kreatif sehingga akan terus menumbuh kembangkan minat dan bakat para seniman dan budayawan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat yang telah memercayakan Sumedang sebagai tuan rumah Jabar Etno Festival, terlebih festival ini merupakan yang perdana di Jawa Barat,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat acara penutupan Jabar Etno Festival 2025 di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa malam (4/11/2025).
Jabar Etno Festival 2025 sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan, menjaga tradisi supaya tetap lestari. Apa lagi Sumedang telah menetapkan dirinya sebagai puseur budaya sunda dan telah ada Perda nomor 1 tahun 2021 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.
“Perda tersebut mengandung arti bagai mana nilai-nilai budaya selain lestari, juga bisa di implementasikan dalam meningkatkan etos kerja warga Sumedang untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya,” ujarnya.
Sementara itu Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tadisi pada Kementerian Kebudayaan Repiblik Indonesia Restu Gunawan mengatakan kegiatan Jabar Etno Festival 2025 merupakan salah satu bentuk untuk membangun ekosistem kemajuan kebudayaan.
“Dimana antara pemerintah pusat dan daerah, khusunya Kabupaten Sumedang dan seniman berkolaborasi dalam event yang sangat penting, yaitu Jabar Etno Festival,” tuturnya.
Restu menilai, kekayaan tradisi di Jawa Barat sangat banyak dan beraneka ragam.
“Jadi event ini bisa menjadi tolak ukur bagaimana kita membangun kolaborasi antar berbagai ekosistem kemajuan kebudayaan. Mudah-mudah ditempat lain kita juga bisa berkolaborasi, untuk membangun rasa kepemilikan terhadap kekayaan kebudayaan kita,” ungkapnya.
Dengan begitu maka pada akhirnya kekayaan kebudayaan tidak sekedar dilindungi, tetapi juga bisa menjadi pendorong ekonomi budaya.
“Karena dalam event ini menampilkan seribu seniman, dan melibatkan juga UMKM. Jadi ketika kita bicara kebudayaan, maka kebudayaan tidak hanya tontonan tetapi juga bisa untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.
Restu juga mengajak untuk bersama-sama menggali kebudayaan, khusunya seni tradisi yang ada di wilayah Jawa Barat untuk dikembangkan demi kemajuan peradaban Indonesia.
“Saya juga melihat bahwa Sumedang memiliki kebudayaan cukup tua, ada nilai perjuangan yang tumbuh disini karena Cut Nyak Dien diasingkan disini, kemudian kerajaan Sumedanglarang juga ada disini, jadi menurut saya potensi di Sumedang cukup besar, maka kami hadir di Sumedang,” katanya.**



















