Menkeu Purbaya Kembali Soroti Soal Utang, Uangnya Mengendap Bunganya Harus Terus Dibayar

- Editor

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Istimewa)

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Istimewa)

BIPOL.CO, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyampaikan soal utang dan beban bunga yang harus ditanggung pemerintah, sementara uangnya menganggur di bank.

Purbaya mengungkapkan alasannya gencar bersafari ke kementerian atau lembaga hingga daerah untuk mendorong mereka mempercepat belanja anggaran, dan mengurangi dana mengendap atau yang selama ini sebatas menganggur di bank.

Menurut Purbaya percepatan belanja ini menjadi penting karena setiap dana publik yang menganggur di perbankan, membuat pemerintah harus mengeluarkan uang pembayaran bunga, plus bunga utang bila uang publik itu berasal dari utang.

“Kan uangnya nganggur. Saya bayar bunga untuk uang yang enggak dipakai dan ekonomi lagi susah enggak kedorong,” kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, dikutip Selasa (4/11/2025), dilansir dari CNBC Indonesia.

Per Agustus 2025, Purbaya mencatat simpanan dana pemerintah pusat di bank masih mencapai Rp 399 triliun, terdiri dari giro Rp 168,5 triliun, tabungan Rp 2,4 triliun, dan simpanan berjangka Rp 228,1 triliun. Pemerintah daerah nilainya Rp 254,3 triliun, terdiri dari giro Rp 188,9 triliun, tabungan Rp 8 triliun, dan simpanan berjangka Rp 57,5 triliun.

Nilai dana menganggur itu kata Purbaya pasti juga ada yang berasal dari utang, selaian penerimaan negara yang berupa setoran perpajakan, hingga penerimaan negara bukan pajak alias PNBP. Bahkan, jumlahnya bisa dikatakan mayoritas.

“Karena setiap rupiah yang kita anggarkan, itu pada dasarnya sebagian utang. Mungkin sebagian besar utang, ada komponen utangnya di situ. Kalau enggak dipakai, saya akan membayar bunga utang untuk uang yang enggak dipakai,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, tak akan gentar bersafari mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk cepat membelanjakan anggaran yang sudah didesain dalam APBN dan APBD. Ia bahkan mengaku tak peduli bila banyak yang merasa terusik.

“Disebut sama orang lain akhirnya intervensi kebijakan kementerian lain. Saya enggak intervensi kebijakan. Saya hanya datang ke mereka. Program anda apa? Habisin uangnya. Apa yang saya bisa bantu? Kenapa? Kalau enggak kan uangnya nganggur,” ucap Purbaya. (*)

Berita Terkait

Upaya Bupati dan Perangkat Daerah Dinilai Signifikan, BPS Catat Inflasi Kabupaten Bandung 0,39 %
Kadiskop dan UKM: 95 Persen KDMP Sudah Beroperasi, Bupati akan Gelontorkan Penyertaan Modal RP 10 M
Ali Syakieb Harap Koperasi Merah Putih Bisa Berkolaborasi dengan Program MBG dalam Jalankan Usahanya
Perumda Air Minum Tirta Raharja Luncurkan Program Gebyar Cicilan PDAM Akhir Tahun 2025
Digelar KPJB, Puluhan Pelaku UMKM Antusias Ikuti Bimbingan dan Pelatihan
Menkeu Purbaya Akan Redenominasi Uang Rp 1.000 Jadi Rp 1, BI Pertimbangkan Waktu yang Tepat
Menko Muhaimin Tetapkan Ponpes Al-Ittifaq Alamendah Duta Pemberdayaan Masyarakat
Pemkab Bandung Percepat Implementasi Inpres Tentang Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terkait

Senin, 17 November 2025 - 11:13 WIB

Upaya Bupati dan Perangkat Daerah Dinilai Signifikan, BPS Catat Inflasi Kabupaten Bandung 0,39 %

Minggu, 16 November 2025 - 16:19 WIB

Kadiskop dan UKM: 95 Persen KDMP Sudah Beroperasi, Bupati akan Gelontorkan Penyertaan Modal RP 10 M

Minggu, 16 November 2025 - 12:38 WIB

Ali Syakieb Harap Koperasi Merah Putih Bisa Berkolaborasi dengan Program MBG dalam Jalankan Usahanya

Jumat, 14 November 2025 - 15:05 WIB

Perumda Air Minum Tirta Raharja Luncurkan Program Gebyar Cicilan PDAM Akhir Tahun 2025

Kamis, 13 November 2025 - 13:07 WIB

Digelar KPJB, Puluhan Pelaku UMKM Antusias Ikuti Bimbingan dan Pelatihan

Berita Terbaru