BIPOL.CO, KAB BANDUNG – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, di Jalan Ciloa atau Depan GOR Desa Pamekaran, Soreang, Minggu (16/11/2025).
Hadir dalam peletakan batu pertama tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, H. Dindin Syahidin, S.Ip., M.Si., Camat Soreang, Drs. H. Haris Taupik, Kepala Desa Soreang, Hendra Wardana dan jajaran pengurus Koperasi Merah Putih Desa Pamekaran.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb dalam kesempatan itu mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan program yang bagus.
“Keberadaan koperasi desa merah putih ini masyarakat jangan berpikir koperasi-koperasi jaman dulu yang berbentuk simpan pinjam, tapi lebih dari itu, program presiden Prabowo ini kedepannya akan lebih baik dan sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat,” kata Ali Syakieb.
Menurut Ali Syakieb, kenapa dijadikan koperasi desa merah putih, yaitu salah satunya untuk menstabilkan perekonomian masyarakat, termasuk menstabilkan bahan pokok. KDMP kedepannya bisa menjalankan usahanya selain menyediakan bahan pokok juga bisa menyerap atau menampung hasil pertanian masyarakat. Sehingga hasil pertaniannya tidak dikuasai para tengkulak.
“Dengan adanya koperasi merah putih ini, hasil pertanian bisa dibeli koperasi sehingga diharapkan para tengkulak tidak semena-mena membeli hasil pertanian. Para petani bisa lebih maju dan hasil taninya bisa terkaper oleh koperasi. Misalkan ibu ibu perajin tahu-tempe bisa juga menjual produksi tahu tempenya ke kopersi,” kata Ali Syakieb.
Ia juga berharap, KDMP bisa berkolaborasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menjalankan usahanya.
Mengenai program MBG, menurut Ali Syakieb, di Kabupaten Bandung sudah berjalan serempak dan sudah menyerap 1,2 juta penerima manfaat, dari 3,8 juta penduduk Kabupaten Bandung.
“Karena itu koperasi merah putih ini diharapkan bisa berkolaborasi dengan MBG, menjadi ekosistem perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa memanfaatkan hasil pertanian atau hasil usahanya kepada koperasi atau MBG,” paparnya.
Ali Syakieb juga mengatakan, program MBG itu diciptakan bukan hanya siswa atau penerima manfaat kenyang. Tapi lebih dari itu bisa menyerap ribuan tenaga kerja. “Judulnya saja makan bergizi gratis bukan makan kenyang gratis. Karena itu saya harapkan kedepannya bisa lebih baik lagi, pemerintah juga akan terus mengawal program ini dengan melakukan monitoring dan evaluasi,” tuturnya.
Karena itu ia meminta, masyarakat harus memanfaatkan program ini serta harus didukung seluruh unsur masyarakat dan pemerintah. Sehingga dengan program MBG bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menambahkan, program koperasi merah putih dan MBG itu sangat bagus. Sisi positifnya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Saya apresiasi dengan dibangunnya sarana koperasi ini dan semoga dengan dibangunnya kantor Koperasi Merah Putih Desa Pamekaran ini bisa diikuti oleh desa desa lainya yang belum memiliki kantor koperasi,” kata Alie Syakieb. (Ads)



















