BIPOL.CO, KAB BANDUNG – Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bandung, kembali menyerahkan sertipikat hak atas tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2025 pada warga Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Senin (1/12/2025).
Sebanyak 245 sertipikat elektronik ini secara gratis diserahkan kepada warga melalui Panitia PTSL Desa Margahayu Selatan.
Pada kesempatan tersebut Ketua Panitia PTSL, H. Aam Daryana SH, mengatakan, penyerahan sertipikat PTSL di Desa Margahayu Selatan sebanyak 245 bidang ini merupakan penyerahan lanjutan. Sebelumnya telah diserahkan kepada warga sebanyak 61 bidang.
“Alhamdulilah pada hari ini kami bersama perwakilan ATR/BPN Kabupaten dan BPD Desa Margahayu Selatan telah menyerahkan sertipikat pada warga Desa Margahayu Selatan,” kata Aam Daryana di sela penyerahan sertipikat pada warga.
Ia mengatakan, sertipikat ini diberikan kepada warga atas pendaftaran sebelumnya karena persyaratan dan kelengkapan dan lain hal sebagainya, sehingga bisa diberikan hari ini.
Ia berharap, masyarakat yang membuat sertipikat jangan selalu memberikan informasi yang tidak jelas, agar apa yang diupayakan dalam kelengkapan persyaratan untuk membuat sertipikat bisa lengkap.
“Saya berharap masyarakat yang sudah menerima sertipikat ini bisa merawat dan menyimpannya dengan baik, sebab surat ini sangat penting sebagai kepemilikan yang syah, suatu saat diperlukan kalau lengkap nantinya tidak ada yang menggugat,” harap Aam.
Sementara Ketua BPD Desa Margahayu, Nono Sumarno mengatakan, pihaknya bersama Pemdes Margahayu Selatan mengucapkan terimakasih pada ATR/BPN Kabupaten Bandung dan Pemkab Bandung atas program PTSL yang bisa membantu bagi masyarakat yang kurang mampu.
Ia juga menghimbau pada masyarakat yang telah menerima sertipikat ini untuk menjaganya dengan baik, sebab sertipikat ini sebagai kepemilikan yang sah yang sangat berguna sekali. “Dan bagi sebagian yang belum menerima untuk selalu bersabar, dikarenakan kekurangan kelengkapan yang harus dilengkapi atau juga karena salah jumlah atau tempat untuk selalu bersabar menunggu perbaikan,” kata Nono. (Ads)



















