Kamis, 24 September, 2020
">

Thermogun Klinik Aman untuk Protokol Kesehatan COVID-19

JAKARTA.bipol.co – Thermometer gun klinik aman digunakan untuk mengecek suhu tubuh sebagai bagian dari protokol kesehatan COVID-19, kata pejabat Badan Standardisasi Nasional (BSN).

“Penggunaan thermogun klinik secara benar tidak membahayakan pasien maupun petugas medis,” kata Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia Badan BSN Ghufron Zaid di Jakarta, Selasa (21/7).

Salah satu peralatan ukur yang sering dijumpai oleh masyarakat pada masa pandemi COVID-19 itu adalah thermometer gun atau kerap disebut sebagai thermogun.

BACA LAINNYA

Thermogun adalah alat ukur suhu atau termometer dengan metode nonkontak, artinya bahwa pengukuran suhu dilakukan tanpa menyentuh objek yang diukur.

Ghufron menuturkan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun klinik sebagai salah satu rangkaian protokol kesehatan.

Pengukuran suhu tubuh merupakan bagian dari penerapan protokol kesehatan yang tetap harus diutamakan.

Ia mengatakan ada dua jenis thermogun yang beredar di masyarakat, yaitu thermogun klinik untuk mengukur suhu tubuh manusia dan thermogun industri.

“Pada dasarnya, kedua termometer nonkontak ini memiliki prinsip yang sama, yaitu menangkap panas yang dipancarkan oleh objek ukur,” ujarnya.

Ia mengatakan secara alami dan sesuai dengan hukum fisika, setiap benda termasuk tubuh manusia akan memancarkan panas. Panas tersebut ditangkap oleh sensor yang ada di dalam thermogun.

Thermogun juga dikenal dengan nama infrared thermometer karena panas yang dideteksi oleh sensor tersebut berada pada panjang gelombang cahaya infra merah (infrared).

Perbedaan antara thermogun klinik dan thermogun industri adalah rentang ukur dan jarak ukurnya. Thermogun klinik mempunyai rentang ukur 32-42 derajat celsius, dengan akurasi sampai dengan 0,2 derajat celsius, sedangkan thermogun industri mempunyai rentang ukur yang lebih besar, sampai dengan 500 derajat celsius atau lebih, dengan akurasi sampai dengan 1,5 derajat celsius.

Agar akurat, jarak ukur thermogun klinik tidak bisa terlalu jauh. Pada umumnya pabrikan memberikan informasi tersebut di dalam manualnya yang berkisar antara satu hingga 10 cm. Berbeda dengan thermogun klinik, thermogun industri dapat digunakan untuk mengukur suhu dari jarak jauh.

Thermogun industri dapat digunakan untuk mengukur suhu benda yang sulit dijangkau tangan manusia seperti karena letaknya yang tinggi misalnya trafo listrik atau benda yang berbahaya untuk didekati karena suhunya sangat tinggi pada proses peleburan logam.

Untuk membantu mengarahkan thermogun industri tepat ke titik pengukuran dengan lebih baik, maka pabrikan melengkapinya dengan laser.

“Jadi laser di sini hanya dipakai untuk membantu mengarahkan atau alignment saja, bukan untuk mengukur suhu benda yang diukur,” tutur Ghufron.

BSN melalui Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) menyediakan layanan kalibrasi yang tertelusur ke Sistem Internasional.      (net)

Editor     Deden .GP
Next Post

Komentar 1

  1. Ahmad says:

    Serupa dengan artikel yang dituliskan di situs Universitas Airlangga bahwa Thermo Gun tidak berbahaya. Hal ini dikarenakan thermo gun adalah alat ukur yang secara aktif menerima radiasi infra merah yang dipancarkan oleh obyek bukan alat yang memancarkan radiasi ke obyek yang akan diukur lalu menerima pantulan radiasi yang dipancarkan kembali dari obyek. Sumber http://news.unair.ac.id/2020/07/22/thermo-gun-aman-untuk-tubuh-manusia/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *