PWI Kecam Kekerasan Jurnalis di Malam Munajat 212

- Editor

Jumat, 22 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PWI.(net)

PWI.(net)

JAKARTA,bipol.co – Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Oktap Riadi mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis dalam acara “Malam Munajat 212” pada Kamis (21/2) malam.

Menurut dia, tugas jurnalistik yang dilakukan jurnalis dalam setiap peliputan dilindungi UU Pers.

“PWI mengutuk keras tindakan intimidasi yang dialami para wartawan dalam acara Malam Munajat 212. Polisi harus menangkap pelakunya,” kata Oktap saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Dia mengatakan Polisi harus bersikap tegas terhadap pelaku tindak kekerasan tersebut karena tindakan intimidasi tidak dibenarkan. Menurutnya, Polisi tidak boleh takut menghadapi oknum kelompok yang melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi tersebut.

“Jika Polisi tidak mampu menangkap maka Polisi masih takut dengan kelompok-kelompok seperti ini,” ujarnya.

Oktap menilai, tidak boleh sebuah kelompok main hakim seperti yang terjadi dalam Malam Munajat 212, apalagi yang menjadi korban adalah jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Dirinya pun mengingatkan tiap jurnalis yang menjalankan tugasnya dilindungi UU Pers, dalam dalam Pasal 18 UU Pers disebutkan ancaman pidana 2 tahun atau denda Rp500 juta apabila ada pihak yang menghalangi kerja jurnalistik.

“Jurnalis mendapatkan perlindungan hukum dalam mencari, menyimpan dan mengelola berita. Selain melanggar UU Pers, diduga ada unsur pidana karena melakukan kekerasan,” tuturnya.

Oktap mengatakan PWI akan mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian agar institusi tersebut segera menangkap pelaku tindak kekerasan jurnalis tersebut agar kedepan tidak terjadi lagi.

Selain itu, dia meminta semua pihak menghargai dan menghormati kerja-kerja jurnalistik para jurnalis dalam melakukan peliputan berita di lapangan.

Sebelumnya, seorang jurnalis media daring mengalami kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oknum organisasi masyarakat, saat meliput acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2) malam.

Saat itu jurnalis sedang mengabadikan momen adanya terduga copet dengan kamera ponsel, namun oknum meminta jurnalis menghapus rekaman tersebut dan mengalami tindakan intimidasi.[ant]

Berita Terkait

JK Sebut IKN Proyek yang Tiba-tiba Muncul di Tengah Pemerintahan Jokowi
Presiden Jokowi: Peran Besar BPKP Kawal Kesinambungan Pembangunan
Pemdaprov Jabar Terapkan Teknologi Blockchain di Sektor Pemerintahan
Presiden Tegaskan Pemerintah Bantu Relokasi Korban Banjir dan Bangun Sabo Dam di Sumatera Barat
Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Presiden Iran Ebrahim Raisi
Kunjungi MPP Kab. Buleleng, Menteri PANRB: Siapkan Transformasi Layanan Digital
Hadiri Anugerah Adinata Syariah 2024, Wapres Berikan 3 Arahan Strategis kepada Pemerintah Daerah
Presiden Jokowi Bahas Kemitraan dan Transisi Energi dengan Presiden ADB
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:44 WIB

JK Sebut IKN Proyek yang Tiba-tiba Muncul di Tengah Pemerintahan Jokowi

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:58 WIB

Presiden Jokowi: Peran Besar BPKP Kawal Kesinambungan Pembangunan

Selasa, 21 Mei 2024 - 18:54 WIB

Presiden Tegaskan Pemerintah Bantu Relokasi Korban Banjir dan Bangun Sabo Dam di Sumatera Barat

Selasa, 21 Mei 2024 - 18:43 WIB

Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Presiden Iran Ebrahim Raisi

Selasa, 21 Mei 2024 - 15:52 WIB

Kunjungi MPP Kab. Buleleng, Menteri PANRB: Siapkan Transformasi Layanan Digital

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:29 WIB

Hadiri Anugerah Adinata Syariah 2024, Wapres Berikan 3 Arahan Strategis kepada Pemerintah Daerah

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:06 WIB

Presiden Jokowi Bahas Kemitraan dan Transisi Energi dengan Presiden ADB

Senin, 20 Mei 2024 - 17:58 WIB

Presiden Jokowi Bertemu Elon Musk, Bahas Potensi Pengembangan Investasi di Indonesia

Berita Terbaru