Elektrifikasi Pangandaran & Tasikmalaya Paling Rendah

- Editor

Selasa, 9 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilutrasi

Ilutrasi

BANDUNG, bipol.co – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, rasio elektrifikasi di Jawa Barat sudah mencapai 99,99 persen sehingga tinggal 0,01 persen masyarakat yang belum teraliri listrik.

“Jadi begini, harus kita pahami bahwa rasio elektrifikasi Jawa Barat itu yang paling hebat di Indonesia, 99,99 persen. Tinggal 0,01 persen lagi,” kata Bambang Tirtoyuliono di sela-sela peluncuran Program Konversi Kompor Gas ke Listrik di Gedung Sate Bandung, Selasa (9/4/2019).

Dia mengatakan dari sekitar 48,2 juta penduduk Jawa Barat masih ada sekitar 260 ribu penduduk yang rumahnya belum dialiri listrik. “Nah ini yang harus kami selesaikan, kami menyelesaikan kolaborasi, multi pembiayaan. Bisa dari APBD, kemudian dari beberapa perusahaan yang peduli mau menyelesaikan,” kata dia.

Bambang mengatakan ada dua wilayah di Jawa Barat yang rasio elektrifikasinya masih di bawah 93 persen, yakni Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya. “Tadi disampaikan bahwa rasio elektrifikasi terendah itu ada di Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya, itu yang akan kami jadikan fokus ke depan. Itu di bawah 93 persen. Itu yang akan kami prioritaskan,” kata dia.

Menurut dia, Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pasal 2 ayat 2 menyatakan bahwa pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik dan harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Konsumsi listrik per kapita adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu negara,” kata dia.

Hal ini, lanjut dia, diamanahkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional Pasal 8 huruf (d), bahwa salah satu sasaran penyediaan dan pemanfaatan energy primer dan energy final adalah tercapainya pemanfaatan listrik per kapita pada  2025 sebesar 2.500 kWh/kapita dan pada 2050 sebesar 7.000 kWh/kapita.

Menurut dia, kedua target tersebut adalah target nasional, namun demikian penetapan target nasional tersebut memberi amanah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menargetkan pencapaian konsumsi listrik per kapita di Jawa Barat minimum sama dengan target nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan konsumsi listrik per kapita sebagai salah satu indikator pembangunan di Jawa Barat, khususnya di bidang ketenagalistrikan.

Dia mengatakan dalam rangka pencapaian indikator konsumsi listrik per kapita di Jawa Barat ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik di Jawa Barat.

Program ini merupakan inisiasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung kebijakan Pemerintah kepada masyarakat khususnya sektor rumah tangga dan komersial untuk menggunakan kompor listrik.

Selain untuk mendorong peningkatan konsumsi listrik per kapita di Jawa Barat, Program Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik di Jawa Barat ini diluncurkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada elpiji.
“Dan hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah mendorong penggunaan kompor listrik untuk mengurangi pemakaian gas,” kata dia.

Dia menambahkan inovasi penggunaan kompor listrik tersebut dapat mengurangi impor gas yang selama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gas elpiji tiga kg.**
Editor: Ude D Gunadi

Berita Terkait

Sekjen FSGI Klarifikasi Soal Pengumuman Prabowo: Jadi Tidak Ada Istilah Kenaikan Gaji
Gerakkan Ekonomi Nasional, Komdigi Dukung Kampanye Harbolnas dan BINA 2024
Dekranasda Jabar Jajaki Kerja Sama dengan Pusat Oleh-oleh Dewata Nusantara Bali
Usai Lawatan ke Enam Negara, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Tanah Air
Buka Jendela Jawa Barat di Bali, Amanda: Pameran Efektif untuk Menarik Buyer
Qari Asal NTB Ini Kembali Raih Juara 1 MTQ Internasional
Menag Serukan Perjuangan Kolektif Bela Hak Palestina
Dukung Asta Cita Swasembada Pangan, Padat Karya Irigasi Kementerian PU Tahun 2024 Jangkau 12.000 Lokasi

Berita Terkait

Sabtu, 30 November 2024 - 20:46 WIB

Sekjen FSGI Klarifikasi Soal Pengumuman Prabowo: Jadi Tidak Ada Istilah Kenaikan Gaji

Jumat, 29 November 2024 - 20:08 WIB

Gerakkan Ekonomi Nasional, Komdigi Dukung Kampanye Harbolnas dan BINA 2024

Senin, 25 November 2024 - 19:40 WIB

Dekranasda Jabar Jajaki Kerja Sama dengan Pusat Oleh-oleh Dewata Nusantara Bali

Senin, 25 November 2024 - 14:24 WIB

Usai Lawatan ke Enam Negara, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Tanah Air

Minggu, 24 November 2024 - 18:24 WIB

Buka Jendela Jawa Barat di Bali, Amanda: Pameran Efektif untuk Menarik Buyer

Berita Terbaru

BAZNas Sumedang bekerjasama dengan BAZNas RI berhasil membangun kembali rumah milik Adun (73) tidak layak huni di Dusun Tarogong, RT 008 RW 003, Cijeungjing l, Kecamatan Jatigede. Foto: Humas Sumedang.

NEWS

BAZNas Perbaiki Rumah Adun yang tidak Layak Huni

Senin, 2 Des 2024 - 16:08 WIB