Olimpiade 2020, Mari Fokus Pada Cabor

- Editor

Senin, 23 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019 Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Ketua Umum KOI periode 2019-2023 Raja Sapta Oktohari saat serah terima jabatan di Kantor Pusat KOI, Jakarta, Senin (4/11/2019). Jabatan ketua umum KOI resmi diserahterimakan dari Erick Thohir kepada Raja Sapta Oktohari. (ant)

Menteri BUMN yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019 Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Ketua Umum KOI periode 2019-2023 Raja Sapta Oktohari saat serah terima jabatan di Kantor Pusat KOI, Jakarta, Senin (4/11/2019). Jabatan ketua umum KOI resmi diserahterimakan dari Erick Thohir kepada Raja Sapta Oktohari. (ant)

JAKARTA.bipol.co – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari meminta kepada Ketua Kontingen (CdM) terpilih untuk Olimpiade 2020 Tokyo dapat aktif memberikan perhatian kepada setiap cabang olahraga yang berpartisipasi di ajang internasional tersebut.

“Kriterianya adalah CdM Olimpiade itu yang paling utama adalah peduli bukan hanya cabor yang dia pimpin, tapi semua cabor yang berpotensi untuk lolos kualifikasi olimpiade,” ujar pria yang akrab disapa Okto itu di Kantor KOI, Jakarta, Minggu (22/12).

Harapan tersebut didasari pengalamannya yang juga sempat menjadi CdM Kontingen Indonesia di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brazil.

Berkaca pada pengalamannya memimpin Kontingen Merah Putih di ajang olimpiade, Okto berharap CdM terpilih bisa berhubungan baik dengan cabang olahraga terkait, untuk mengetahui kesiapan para atlet tampil di olimpiade 2020.

“Harus bisa berhubungan baik dengan cabor terkait kelolosan mereka di olimpiade, karena setiap cabor itu mempunyai sistem kualifikasi yang berbeda-beda, jadi harus paham soal itu,” katanya.

Siapapun yang mengisi posisi CdM nanti, lanjut Okto, mempunyai tugas yang cukup berat sebab harus mengawal setiap cabang olahraga berpotensi agar bisa lolos kualifikasi.

“Sebelum mendapatkan medali, di olimpiade itu yang utama adalah bagaimana caranya lolos kualifikasi dulu,” katanya.

Satu hal lain yang disoroti Okto adalah CdM terpilih juga turut bertanggung jawab mempromosikan Indonesia ke warga dunia. Hal itu penting dilakukan guna mewujudkan salah satu ambisi besar Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menghelat pesta olahraga sekelas Olimpiade.

Sebelumnya, KOI telah mengajukan satu nama calon CdM untuk olimpiade 2020. Calon yang namanya masih dirahasiakan itu telah diberikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pekan lalu.

Okto berharap pengajuan calon CdM tersebut dapat segera direspon Kemenpora dengan harapan persiapan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade pun semakin matang.

KOI menargetkan jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade 2020 bisa melampaui jumlah atlet pada Olimpiade 2016 sebanyak 28 orang. Apalagi beberapa cabang olahraga seperti angkat besi, bulu tangkis, renang dan panjat tebing mempunyai peluang besar lolos kualifikasi.

Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan tiga atletnya ke Olimpiade Tokyo, yakni Lalu Muhammad Zohri dari cabang atletik, Riau Ega Agatha dari cabang panahan, dan Vidya Rafika dari cabang menembak.

Sementara beberapa atlet dari cabang lainnya masih harus mengikuti berbagai kejuaraan pra-kualifikasi hingga April tahun depan guna meraih tiket menuju Olimpiade 2020 Tokyo.  (ant)

Editor     Deden .GP

Berita Terkait

Halalbihalal Bersama Tokoh Masyarakat, Perkuat Kerjasama Membangun Indramayu
Perjalanan Spiritual Deni Saputra: Refleksi dari Tanah Suci hingga Dunia Perfilman
Karena Alasan Ini Ruben Onsu Akhirnya Memutuskan Menjadi Mualaf
Pengakuan Ayu Aulia: Dia Sudah Hamil 4 Bulan Sebelum Ketemu RK
Momen Hari Raya Idulfitri 1446 H, Bupati Bandung Paparkan Capaian 13 Program Strategis
Pulang dari Umrah Bupati Bandung Langsung Bagikan Ribuan Paket Sembako
PWI Kabupaten Bandung Gelar Buka Bersama dan Berbagi Takjil pada Warga dan Pengguna Kendaraan
Bupati Bandung: Di Era Modern Tidak Boleh Lagi Buta Huruf, Apalagi Buta Terhadap Al-Qur’an

Berita Terkait

Sabtu, 19 April 2025 - 17:09 WIB

Halalbihalal Bersama Tokoh Masyarakat, Perkuat Kerjasama Membangun Indramayu

Jumat, 11 April 2025 - 06:25 WIB

Perjalanan Spiritual Deni Saputra: Refleksi dari Tanah Suci hingga Dunia Perfilman

Sabtu, 5 April 2025 - 16:35 WIB

Karena Alasan Ini Ruben Onsu Akhirnya Memutuskan Menjadi Mualaf

Rabu, 2 April 2025 - 12:18 WIB

Pengakuan Ayu Aulia: Dia Sudah Hamil 4 Bulan Sebelum Ketemu RK

Senin, 31 Maret 2025 - 17:39 WIB

Momen Hari Raya Idulfitri 1446 H, Bupati Bandung Paparkan Capaian 13 Program Strategis

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Wagub Jabar Minta Setiap Kecamatan ada SMA

Rabu, 23 Apr 2025 - 08:02 WIB