Pemkot Bandung Tekankan Pengelolaan Sampah Harus Diawali dengan Mengubah Pola Pikir Warga

- Editor

Minggu, 4 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kang Pisman - Gor PDAM. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kang Pisman - Gor PDAM. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

BIPOL.CO, BANDUNG – Pengelolaan sampah di Kota Bandung salah satunya harus diawali dengan mengubah pola pikir warganya. Sampah harus bisa dikelola sejak dari sumbernya untuk agar memiliki nilai ekonomi.

“Sampahnya kita masih dengan pola konvensional yaitu dengan pola angkut, kumpul, simpan – angkut. Hari ini kita ingin mencoba, bagaimana membangun peradaban baru mengubah mindset kita dengan hal-hal yang sifatnya logis,” kata Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna.

Ema mengungkapkan itu saat acara Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Kang Pisman, di Kantor PDAM Titawening, Minggu 4 Juni 2023.

Ema meyakini, pengelolaan sampah dengan pola kurangi, pisahkan, dan manfaatkan (Kang Pisman) bisa dilakukan dengan masif. Salah satu cara yang dinilainya lebih tepat yaitu dengan menyebarkan kisah sukses sebuah wilayah.

Ia mencontohkan, di RW 12 kelurahan Maleer kecamatan Batununggal, ada penggagas juga motivator namanya Pak Yanto. Di wilayah itu, warga sudah berkomitmen dan menyelesaikan sampah selesai di TPS.

“Warga masyarakat di sana sudah mengetahui kapan sampah ditahan di rumah, dipilah, dan diangkut oleh pengelola sampah di lingkungan RW. Kemudian diolah di TPS,” ungkapnya.

“Di TPS sampah dikelola dengan pola maggot, recycle dan lain sebagainya. Ternyata bernilai ekonomi,” imbuh Ema.

Oleh karenanya, Ema mengajak setiap RW menduplikasi pengalaman sukses yang sudah dilakukan di beberapa wilayah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Dudi Prayudi mengungkapkan, program Kang Pisman telah berjalan sejak tahun 2018.

“Untuk beberapa RW itu sudah menjalankan yang disebut dengan kawasan bebas sampah atau KBS. Saat terjadi penumpukan penumpukan sampah di TPS, RW yang melaksanakan KBS tidak terdampak, karena sampahnya sudah selesai di sumbernya,” ujar Dudi.

Oleh karenanya, Dudi mengajak RW menerapkan kawasan bebas sampah atau program Kang Pisman.

“Persentase untuk kawasan bebas sampah ini baru sekitar 10 persen saja dari 1.594 RW di Kota Bandung. Oleh karenanya, kita berharap RW yang menerapkan Kang Pisman bertambah. Sehingga semakin banyak lagi sampah sampah yang diselesaikan di level RW,” bebernya. (adr)

Editor: Deddy

Berita Terkait

Hadapi Kemarau, BPBD Kabupaten Bandung Ingatkan Masyarakat Hemat Pemakaian Air Bersih
Bey Machmudin Lantik Ade Zakir Hasim sebagai Penjabat Bupati Bandung Barat
Pemkot Bandung Integrasikan Festival Asia Afrika dengan Asia Africa Corner
Bey Machmudin Lantik 5.864 Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar
Pemkab Bandung Raih Penghargaan Pemanfaatan SIASN Terbaik dari BKN RI
Bupati Rembug Bedas, Camat Margaasih: Ini Bukti Kang DS Bekerja untuk Melayani Masyarakat 
Mari Ramaikan! Ini Rangkaian Hari Jadi ke-214 Kota Bandung
Implementasi Wolbachia Kota Bandung Capai 64 Persen

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:24 WIB

Hadapi Kemarau, BPBD Kabupaten Bandung Ingatkan Masyarakat Hemat Pemakaian Air Bersih

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:26 WIB

Bey Machmudin Lantik Ade Zakir Hasim sebagai Penjabat Bupati Bandung Barat

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:17 WIB

Pemkot Bandung Integrasikan Festival Asia Afrika dengan Asia Africa Corner

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:51 WIB

Pemkab Bandung Raih Penghargaan Pemanfaatan SIASN Terbaik dari BKN RI

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:59 WIB

Bupati Rembug Bedas, Camat Margaasih: Ini Bukti Kang DS Bekerja untuk Melayani Masyarakat 

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:36 WIB

Mari Ramaikan! Ini Rangkaian Hari Jadi ke-214 Kota Bandung

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:26 WIB

Implementasi Wolbachia Kota Bandung Capai 64 Persen

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:35 WIB

Percepatan Pemerataan Pembangunan, Bupati Bandung Anggarkan Rp 100 Juta per RW di Tiap Kelurahan

Berita Terbaru