Bedah Visi Bandung Utama, Farhan-Erwin Beberkan Pentingnya Pendidikan Generasi Amanah

- Editor

Senin, 24 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIPOL.CO, KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun generasi yang amanah dan berkarakter.

Oleh karena itu, visi “Bandung Utama” salah satunya menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang berkualitas dan berbudaya.

Menurut Farhan, Bandung sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia harus memiliki sistem pendidikan yang tidak kalah dengan kota-kota lain.

“Kota Bandung itu punya perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tentu saja harus ditopang oleh sistem pendidikan yang kuat,” ujarnya.

Farhan menyebut, pendidikan di Kota Bandung tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pembentukan karakter yang berbudaya.

Ia percaya karakter pendidikan akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki semangat amanah dalam bekerja, baik di sektor swasta maupun publik.

“Kami adalah putra-putri hasil didikan Kota Bandung. Dengan sistem pendidikan terbaik, insyaallah Kota Bandung akan terus melahirkan pemimpin dan pengelola yang amanah,” tambahnya.

Dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan, Pemda Kota Bandung memastikan, SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemda Kota Bandung, akan dikelola dengan baik agar memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga.

Sedangkan pada tingkat SMA, Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi yang memiliki wewenang di tingkat tersebut. Kementerian Agama juga menjadi mitra penting dalam pengelolaan sekolah berbasis agama seperti madrasah dan pesantren.

Farhan juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam dunia pendidikan.

Ia mengenang pengalamannya di tahun 1982 saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu telah ada upaya mengintegrasikan siswa berkebutuhan khusus dalam kelas reguler.

“Program inklusivitas harus terus dikembangkan agar siswa disabilitas dapat beradaptasi dengan teman-temannya, dan sebaliknya, siswa non-disabilitas dapat memahami kondisi mereka,” jelasnya.

Dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih baik, Pemkot Bandung juga tengah merintis kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan penerapan kebijakan berbasis data.

“Keberadaan perguruan tinggi di Kota Bandung harus memberi dampak luar biasa, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Farhan juga menegaskan bahwa isu bullying harus diberantas dengan cara yang tepat.

“Budaya kekerasan harus dihentikan. Kekerasan bukan solusi, justru menambah masalah,” ujarnya.

Ia percaya bahwa penegakan hukum harus tetap diutamakan, tetapi pembinaan sejak dini jauh lebih penting dalam mencegah berbagai perilaku negatif, termasuk bullying, narkoba, seks bebas, dan kecanduan digital.

“Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini di semua bidang. Oleh karena itu, Pemda Kota Bandung akan terus bekerja sama dengan sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengungkapkan, seorang pemimpin harus memiliki delapan karakter kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran Rasulullah salah satunya adalah Amanah.

Erwin menjelaskan bahwa empat sifat dasar yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah Fathonah (cerdas), Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), dan Tabligh (menyampaikan kebenaran).

Fathonah (Cerdas), seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah. Shiddiq (Jujur), kejujuran dalam ucapan dan tindakan menjadi prinsip utama kepemimpinan.

Amanah (Dapat Dipercaya), amanah yang diberikan masyarakat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Tabligh (Menyampaikan Kebenaran), seorang pemimpin harus mampu menyampaikan mana yang hak dan mana yang batil.

Selain empat sifat dasar Rasulullah, Erwin juga menekankan pentingnya empat sifat kepemimpinan dalam kemasyarakatan, yaitu Adil, Tasamuh (Toleran), Tawajud (Berimbang dan Bijaksana), serta Berani Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dengan delapan prinsip ini, Erwin berharap, kepemimpinan di Kota Bandung dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Pemimpin bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat,” harapnya.**

Berita Terkait

Pemkot Cimahi Bakal Sulap eks TPA Leuwigajah jadi Kawasan Konservasi Terpadu
Tingkatkan Deteksi Dini Kanker Serviks, Dinkes KBB Latih Tenaga Kesehatan di Bandung Barat
Semarak Ramadan 1446 H, Kota Bandung Sambut Bulan Suci Penuh Kegembiraan
Menkomdigi Tantang Kepala Daerah: Berani Jadikan Transformasi Digital Prioritas?
Gelar FPD Tahun 2025 Diskominfo Cimahi Siap Tingkatkan Kolaborasi Teknologi dan Informasi
Pemkot Bandung Dukung Pengembangan Teknologi di Dunia Pendidikan
FORUM SETDA SE -JABAR, Erwan Setiawan: Pembangunan Harus Karasa Kadeuleu Karampa Masyarakat
Wakil Walikota Cimahi Gagas Lahan Bekas TPA Leuwigajah Menjadi Kawasan Terpadu Konservasi Adat Dan Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:59 WIB

Pemkot Cimahi Bakal Sulap eks TPA Leuwigajah jadi Kawasan Konservasi Terpadu

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:45 WIB

Tingkatkan Deteksi Dini Kanker Serviks, Dinkes KBB Latih Tenaga Kesehatan di Bandung Barat

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:36 WIB

Semarak Ramadan 1446 H, Kota Bandung Sambut Bulan Suci Penuh Kegembiraan

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:10 WIB

Menkomdigi Tantang Kepala Daerah: Berani Jadikan Transformasi Digital Prioritas?

Selasa, 25 Februari 2025 - 16:05 WIB

Gelar FPD Tahun 2025 Diskominfo Cimahi Siap Tingkatkan Kolaborasi Teknologi dan Informasi

Berita Terbaru