Banjir Cilengkrang, Pemerintah Gagal Lindungi Warga

- Editor

Senin, 11 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto/Faris Fardani)

(foto/Faris Fardani)

BANDUNG, bipol.co – Banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang telah mengorbankan nyawa dan harta benda. Namun, musim yang tak menentu dan intensitas curah hujan yang tinggi dinilai bukan menjadi faktor utama penyebab banjir.

Pengkampanye Hutan WALHI Jawa Barat sekaligus Ketua Badan Pengurus Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (BP FK3I), Dedi Kurniawan, mengatakan pemerintah semestinya sudah dapat memperkirakan dampak dari kebijakan yang dikeluarkan. Kebijakan itu adalah mengubah Kawasan Bandung Utara (KBU) dari kawasan serapan menjadi kawasan non-resapan, dengan mendirikan banyak bangunan.

Menurut dia, air hujan tidak langsung diserap tanah, tetapi bermuara ke sungai dan kemudian meleber ke jalan. Selain kurangnya daya serap di KBU, faktor lainnya adalah rusaknya wilayah hulu akibat alih fungsi lahan dan terjadinya sedimentasi sungai.

Sungai harus menampung hasil sedimentasi dan mengendap, hingga air tertampung dan tidak terserap. Ia mengatakan, luapan tak terhindari yang akhirnya membuat tanggul penahan air roboh dan rusak.

Dedi menambahkan, kejadian banjir bandang di Cicaheum tahun lalu seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah. “Coba kita lihat upaya dari banjir lumpur Cicaheum hingga saat ini pemerintah tidak terlihat melakukan upaya apapun,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/2).

Jatuhnya tiga orang korban dalam bencana banjir Cilengkrang, kata dia, menunjukkan bahwa pemerintah telah abai dalam melindungi keamanan dan keselamatan warganya.

dalam rilisnya Dedi menuturkan, insiden ini sebenarnya sudah dapat diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga pemerintah dapat melakukan aksi pencegahan. Pencegahan dini dinilai dapat mengurangi resiko bencana.

Menurutnya, BMKG mengeluarkan pernyataan bahwa akan terjadi hujan ekstrem di beberapa wilayah. Namun pihak berwenang setempat, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat dinilai tidak dapat membaca situasi tersebut.

“Jika mereka tanggap, seharusnya Info tersebut disebarluaskan kembali kepada pihak Muspika dari kecamatan hingga desa sehingga antisipasi dapat disebarluas ke warga,” tutur Dedi.

Selain itu, teknologi sederhana dengan melibatkan komunitas dan warga dalam pencegahan dini juga tidak dilakukan. Menurut dia, banyak teknologi yang memungkinkan untuk digunakan, seperti alat pendeteksi kondisi sungai.

Komunitas Jaga Bale, kata dia, telah melibatkan forum warga untuk ikut serta sebagai operator dan pemantau. Jika semua itu dimanfaatkan, jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir dalam bencana.[Deden .GP]

Berita Terkait

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 
Pj. Gubernur Bey Machmudin: Jangan Ada Perundungan Kegiatan Orientasi Sekolah
Ranperda P2APBD 2023 Sah Menjadi Perda, Bey Machmudin Sampaikan KUA/PPAS 2025
Kang DS Kembali Sapa Warga, Serap Aspirasi Wujudkan Masyarakat Kabupaten Bandung Semakin Bedas
Pemkot Cimahi Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Gelontorkan Rp 200 Miliar, Bupati Bandung Minta Laporan Saban Minggu Tim Percepatan Penurunan Stunting
Bupati Bandung Sering Terima DM Curhat Warga, Tiap OPD Diinstruksikan Bikin Layanan Quick Response
BPBD dan Diskominfo Kabupaten Bandung Kolaborasi Kembangkan Aplikasi TiTaTu dan Aktivasi Radio

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 13:20 WIB

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:51 WIB

Pj. Gubernur Bey Machmudin: Jangan Ada Perundungan Kegiatan Orientasi Sekolah

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:40 WIB

Ranperda P2APBD 2023 Sah Menjadi Perda, Bey Machmudin Sampaikan KUA/PPAS 2025

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:35 WIB

Kang DS Kembali Sapa Warga, Serap Aspirasi Wujudkan Masyarakat Kabupaten Bandung Semakin Bedas

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:37 WIB

Pemkot Cimahi Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Jumat, 12 Juli 2024 - 12:14 WIB

Gelontorkan Rp 200 Miliar, Bupati Bandung Minta Laporan Saban Minggu Tim Percepatan Penurunan Stunting

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:30 WIB

Bupati Bandung Sering Terima DM Curhat Warga, Tiap OPD Diinstruksikan Bikin Layanan Quick Response

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:21 WIB

BPBD dan Diskominfo Kabupaten Bandung Kolaborasi Kembangkan Aplikasi TiTaTu dan Aktivasi Radio

Berita Terbaru

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna memberikan bantuan untuk peningkatan pembangunan masjid dan santunan kepada anak-anak yatim saat Jumling di Masjid Baitul Muslimin, Kampung Babakan Timur, RW 07 Desa/Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (12/7/2024).

REGIONAL

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 

Sabtu, 13 Jul 2024 - 13:20 WIB