Soal yang Gaji Siapa, Menkoinfo Penuhi Panggilan Bawaslu

- Editor

Selasa, 19 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Bipol – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambangi Badan Pengawas Pemilu RI, Senin (18/2/2019) malam, untuk mengklarifikasi laporan dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Kominfo Next, yang ditudingkan kepadanya.

“Tadi koordinasi beberapa hal yang berkaitan dengan tindak lanjut MOU yang ditandatangani bertiga sama KPU dan Bawaslu waktu itu. Sekaligus juga diminta klarifikasi mengenai kejadian soal ‘yang bayar gaji ibu siapa’ itu aja,” ujar Rudiantara terkait kehadirannya di Bawaslu RI, Jakarta, Senin malam.

Dalam proses klarifikasi, dia mengaku mendapat sekitar 30 pertanyaan oleh Bawaslu RI. Rudiantara menyatakan hanya menjawab apa adanya sesuai kejadian.  “Tadi ditanya (dalam acara Kominfo Next) ada atribut atau tidak, ada partai atau tidak, ada identitas capres atau tidak, ya nggak ada semuanya, memang bukan acara untuk kampanye,” terang Rudiantara.

Terkait pernyataannya dalam acara Kominfo Next yang dituding menguntungkan salah satu capres, Rudiantara mengatakan, Bawaslu nanti akan menentukan apakah dirinya melanggar atau tidak.

Yang jelas, kata Rudiantara, dalam bukti rekaman yang diputar, dalam acara itu dirinya sampai sembilan kali menekankan acara itu tidak ada kaitannya dengan Pilpres.

Secara terpisah, Ketua Bawaslu RI Abhan membenarkan pihaknya memanggil Rudiantara untuk mengklarifikasi tudingan pelanggaran pemilu. Menurutnya klarifikasi itu adalah prosedur biasa dalam penanganan dugaan pelanggaran pemilu.  “Iya kita klarifikasi. Prosedurnya seperti itu,” jelas Abhan.

Sebelumnya seseorang bernama Nurhayati dari kelompok Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Menkominfo Rudiantara atas dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Rudiantara dalam acara Kominfo Next.

Ia mengatakan, Rudiantara dalam acara itu membuat pernyataan yang menggiring untuk tidak memilih pasangan capres 02. Dalam acara Kominfo Next yang diselenggarakan di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019), Menkominfo awalnya menanyakan soal desain banner sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di Kementerian Kominfo.

Rudiantara mempersilakan peserta dalam Kominfo Next memilih apakah lebih setuju dengan desain nomor satu atau nomor dua. Dia menekankan bahwa pilihan nomor satu dan dua ini tidak terkait Pilpres.  “Ini susah-susah gampang. Tidak ada kaitannya dengan pencoblosan pilpres nanti. Jangan dikait-kaitkan dengan pencoblosan pilpres. Kalau dikait-kaitkan dengan pencoblosan pilpres, saya akan ambil hak otoritas saya untuk menetapkan. Tidak ada kaitannya dengan pilpres,” ujar Rudiantara saat itu.

Kemudian, ia mempersilakan perwakilan pemilih desain nomor satu dan dua yang terdiri dari dua orang ibu-ibu, untuk naik ke atas panggung untuk menjelaskan alasan memilih desain tersebut.

Tanpa diduga pemilih desain nomor dua, justru menjelaskan alasannya memilih pasangan pilpres nomor dua, bukan alasan memilih desain nomor dua.  “Bismillahirohmanirohim. Mungkin terkait keyakinan saja pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan oleh nomor dua,” ujar ibu tersebut.

Rudiantara lalu meluruskan bahwa pertanyaannya adalah tentang desain banner sosialisasi pemilu.  Ia lalu mengalihkan pertanyaan kepada seorang ibu yang memilih desain nomor satu dan dijawab secara logis bahwa desain nomor satu lebih berwarna dibandingkan desain nomor dua.

Kemudian Rudiantara mempersilakan kedua ibu turun dari panggung. Namun dia memanggil lagi ibu pemilih desain nomor dua dan bertanya “Bu, bu, yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah, makasih.” (Deg/ant)

Berita Terkait

Diskusi ‘Mencari Sosok Pemimpin Kota Bandung di Pilkada 2024’
Demokrat Deklarasi Dukungan Terhadap Dadang Supriatna untuk Kembali Maju di Pilbup 2024
Gerindra Resmi Bergabung, Usung Kang DS di Pilkada Kabupaten Bandung 2024
Pj. Bupati Bogor Berpesan Agar PPK Mengawal Pilkada Kabupaten Bogor Dengan Penuh Tanggung Jawab
Pj. Wali Kota Bandung: Pilkada 2024 Harus Jujur, Aman, Kondusif dan Terkendali
Rakernas ke-V PDI Perjuangan Tidak Mengundang Presiden dan Wakil Presiden
Pelantikan dan Orientasi PPK, Nina Agustina : PPK Harus Wujudkan Pilkada Berintegritas dan Netral
Golkar Pastikan Pelantikan Prabowo-Gibran Tidak Ada Celah Digagalkan atau Ditunda
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 11:42 WIB

Diskusi ‘Mencari Sosok Pemimpin Kota Bandung di Pilkada 2024’

Senin, 20 Mei 2024 - 11:20 WIB

Demokrat Deklarasi Dukungan Terhadap Dadang Supriatna untuk Kembali Maju di Pilbup 2024

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:05 WIB

Gerindra Resmi Bergabung, Usung Kang DS di Pilkada Kabupaten Bandung 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:20 WIB

Pj. Bupati Bogor Berpesan Agar PPK Mengawal Pilkada Kabupaten Bogor Dengan Penuh Tanggung Jawab

Kamis, 16 Mei 2024 - 19:36 WIB

Pj. Wali Kota Bandung: Pilkada 2024 Harus Jujur, Aman, Kondusif dan Terkendali

Kamis, 16 Mei 2024 - 18:45 WIB

Rakernas ke-V PDI Perjuangan Tidak Mengundang Presiden dan Wakil Presiden

Kamis, 16 Mei 2024 - 16:25 WIB

Pelantikan dan Orientasi PPK, Nina Agustina : PPK Harus Wujudkan Pilkada Berintegritas dan Netral

Selasa, 14 Mei 2024 - 12:46 WIB

Golkar Pastikan Pelantikan Prabowo-Gibran Tidak Ada Celah Digagalkan atau Ditunda

Berita Terbaru