Hukum Berat Mafia Pengaturan Skor Sepakbola

- Editor

Kamis, 21 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Polisi Argo Yuwono.(Ant)

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Polisi Argo Yuwono.(Ant)

MEDAN,bipol.co – Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri diharapkan menghukum berat mafia pengaturan skor pertandingan sebapkbola di tanah air.

“Sindikat pengaturan pertandingan skor itu, tidak hanya merugikan klub, tetapi juga menghancuran prestasi pesepak bola di Indonesia,” kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Prof Budiman Ginting di Medan, Kamis (21/02/2019).

Menurutnya, jaringan ilegal pengatur skor pertandingan sepakbola tersebut dapat mematikan kemajuan klub-klub dan para pemain yang memiliki prestasi bagus.

“Karena, kalah atau menangnya klub sepak bola yang mengikuti pertangan liga nasional itu, tidak lagi berdasarkan prestasi, tetapi karena adanya permainan mafia bola,” ujar Budiman.

Ia menyebutkan, praktik permainan kotor di dunia sepak bola tersebut, diduga sudah berlangsung cukup lama. Namun baru kali ini dibongkar Satgas Anti Mafia Bola Polri.

Hal itu merupakan “angin segar” dan terobosan baru yang dilakukan Polri untuk menertibkan mafia bola yang selama ini sulit terpantau dan permainan mereka cukup rapi, serta sulit terdeteksi oleh aparat kepolisian.

“Satgas Anti Mafia Bola diharapkan agar pro aktif untuk mengusut tuntas permainan pengaturan pertandingan sepakw bola itu,” ucap dia.

Budiman menjelaskan, dengan adanya mafia tersebut, maka kemenangan yang diraih klub sepak bola tidak lagi murni hasil yang dicapai, melainkan akibat adanya pengaturan.

Cara-cara yang kurang baik seperti itu, harus segera dihentikan dan tidak? boleh lagi beroperasi di negeri ini.

“Polri melalui Satgas Anti Mafia Bola harus dapat menuntaskan mafia bola, dan menghukum berat pelakunya, sehingga dapat membuat efek jera,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar negeri.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Polisi Argo Yuwono membenarkan hal itu saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat malam.

Argo mengatakan penetapan status tersangka tersebut dilakukan setelah tim gabungan dari Satgas Anti Mafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya dan Inafis Polda Metro Jaya menggeledah apartemen milik Joko Driyono di Taman Rasuna, Tower 9, Unit 18C dan gelar perkara pada Kamis (14/2) malam.

“Kamis kemarin penetapan tersangka Pak Joko Driyono, setelah dilakukan mekanisme penetapan tersangka dengan gelar perkara,” ujar Argo yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya.[ant]

Berita Terkait

Kuasa Hukum Rudiana Sebut Tudingan Itu Kejam dan Fitnah
Pengakuan Dede Hingga 7 Orang Harus Masuk Penjara 
Pemkot Bandung dan Kejati Jabar Kolaborasi Gelar Sidang Perwalian Anak di Bawah Umur Secara Terbuka
50 Hari Ditahan Pegi Setiawan Akhirnya Keluar dari Tahanan Polda Jabar
Dituntut 12 Tahun Penjara, SYL Tidak Terima
KPK Sita Ponsel dan Catatan, Hasto Kristyanto Bakal Dijerat  Pasal Ini Terkait Kasus Harun Masiku
Karen Agustiawan Divonis 9 Tahun Penjara, Namun Hakim Tak Hukum Bayar Ganti Rugi
Tegakkan Perda, 15 Orang Terdakwa Jalani Sidang Tipiring

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 07:44 WIB

Kuasa Hukum Rudiana Sebut Tudingan Itu Kejam dan Fitnah

Rabu, 24 Juli 2024 - 07:01 WIB

Pengakuan Dede Hingga 7 Orang Harus Masuk Penjara 

Jumat, 19 Juli 2024 - 06:21 WIB

Pemkot Bandung dan Kejati Jabar Kolaborasi Gelar Sidang Perwalian Anak di Bawah Umur Secara Terbuka

Selasa, 9 Juli 2024 - 19:19 WIB

50 Hari Ditahan Pegi Setiawan Akhirnya Keluar dari Tahanan Polda Jabar

Sabtu, 29 Juni 2024 - 14:08 WIB

Dituntut 12 Tahun Penjara, SYL Tidak Terima

Berita Terbaru