Harga Ayam Potong Meroket, Disperindag Jabar Terus Pantau dan Siapkan Operasi Pasar

- Editor

Sabtu, 8 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIPOL.CO, BANDUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat terus memantau pergerakan harga ayam potong yang meroket.

Pada saat yang sama Disperindag akan menggelar operasi pasar di sejumlah pasar di kabupaten/kota agar harga dapat dikendalikan. Harga ayam potong kini harganya Rp45 ribu merata di 27 kabupaten/kota.

“Pemantauan ke pasar terus kita lakukan. Intervensi suplai di teman-teman hulu, DKPP, Pertanian. Kami lebih memantau, koordinasi dengan Kementerian terutama terkait ekspor, impor supaya tidak tersendat,” ujar Kepala Disperindag Jabar Noneng Komara Nengsih usai acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate Bandung, Rabu (5/7/2023).

Menurut Noneng, kenaikan harga ayam potong karena pipilan jagung yang jadi pakan utama ayam di Indonesia, suplainya tersendat. Negara pengekspor pipilan jagung seperti India dilanda kekeringan akibat fenomena alam el nino.

Akibat kekeringan, produktivitas pipilan jagung di India menurun dan otomatis barang langka dan harga menjadi mahal.

“Masalah utama di kenaikan pakan yang bahan dasarnya jagung. Sampai saat ini masih banyak impor. Pengekspor jagung salah satu terbesar ke kita, India dan sebagainya kena el nino,” ungkap Noneng.

Noneng mengungkapkan, harga ayam dan produk turunannya di dalam negeri sebetulnya sudah merangkak naik sejak Idul Fitri dan terus berlangsung sampai Idul Adha.

“Sebetulnya dari sebelum Idul Fitri mulai meningkat, tapi berimbasnya ke telur dan ayam di kemudian hari. Sampai Idul Adha tertinggi Rp45 ribu,” kata Noneng.

Menurut Noneng, Disperindag terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan berharap ada intervensi harga dari Pemerintah Pusat.

“Koordinasi di Pemdaprov dengan Bapanas itu yang dilakukan terus-menerus, karena masyarakat Jawa Barat terbanyak konsumsi ayam. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk intervensi supaya menjaga harga tidak terus meningkat,” ucapnya.

Guna meringankan beban masyarakat, Noneng menambahkan, Pemdaprov Jabar baru menyelesaikan subsidi saat Idul Fitri menghabiskan Rp10 miliar.

“Tahun ini sudah selesai ketika menjelang Idul Fitri Rp10 miliar dikucurkan. Tahun depan baru ada lagi anggarannya.(adr)

Editor: Deddy

Berita Terkait

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke-IX, Bupati Bandung: Buka Peluang Investasi Bidang Pertanian
Disaksikan Bupati, Perumda Tirta Raharja Teken Kerjasama Investasi Business to Business
Gerakan Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2024, Bupati dan Dandim 0624 Turun ke Sawah
Pemkab Purwakarta Kembangkan Puluhan Desa Wisata
Sekda Jabar Herman Suryatman Buka Karya Kreatif dan Pekan Kerajinan 2024: Dorong UMKM Naik Kelas
Ekspor Perdana Komoditi Cengkeh ke Pakistan, Bupati Bandung Harap PT. SBK Jadi Mitra Kerja di Sektor Pertanian 
Purwakarta Kembangkan Durian Jadi Komoditas Andalan Baru
Raih 3 Penghargaan dari Pemerintah Australia, DPUTR Sebut Perumda Tirta Raharja Penuhi 11 Indikator

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 22:37 WIB

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke-IX, Bupati Bandung: Buka Peluang Investasi Bidang Pertanian

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:30 WIB

Disaksikan Bupati, Perumda Tirta Raharja Teken Kerjasama Investasi Business to Business

Selasa, 16 Juli 2024 - 15:07 WIB

Gerakan Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2024, Bupati dan Dandim 0624 Turun ke Sawah

Selasa, 16 Juli 2024 - 14:33 WIB

Pemkab Purwakarta Kembangkan Puluhan Desa Wisata

Jumat, 28 Juni 2024 - 18:25 WIB

Sekda Jabar Herman Suryatman Buka Karya Kreatif dan Pekan Kerajinan 2024: Dorong UMKM Naik Kelas

Berita Terbaru