BANDUNG, bipol.co – Prabowo resmi menjadi Menteri Pertahanan, menggantikan Ryamizard Ryacudu.
Berbagai sorotan terhadap Ketum Gerindra menjadi Menhan datang dari berbagai pihak.
Sorotan tersebut baik berupa sikap politik, maupun kinerja Prabowo sebagai Menhan.
Kepala Pusat Studi Politik Dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan bahwa perihal Kinerja Prabowo jadi Menhan, itu saya kira publik juga tahu, bagaimana dia soal Pertahanan.
“Kalau kinerja Saya kira dia juga kan pernah di Militer, jadi kita lihat kemampuan manajerialnya,” papar Muradi, Jumat (25/10).
Terkait Anggaran di Kementerian Pertahanan yang mencapai 130 Trilliun, itu harus dilihat utuh.
“Anggaran tersebut dibagi dengan Lima lembaga dibawah Kemenhan, yakni Kemenhan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU. Jadi hemat Saya bagaimana memanajemennya dengan baik, agar alutsista TNI ini memenuhi standar,” jelasnya.
Yang terpenting bagi Prabowo saat ini, adalah mengenai isu Terkini di Indonesia baik dari segi pertahanan maupun Geopolitiknya.
“Saya melihat Prabowo harus punya pandangan soal isu isu terkini, jangan old school. Karena jika terjebak isu-isu old school Saya Kira akan sama saja dengan Menhan sebelumnya,” paparnya.
Diakui Muradi, Prabowo harus didampingi Wakil Menteri yang Paham situasi terkini di Indonesia dan dunia Internasional.
“Prabowo punya link ke negara negara di Dunia, hanya saja jika dimaksimalkan dengan Wakil Menteri yang Paham isu Nasional, Dan Internasional maka bisa tersampaikan program kerja Kementerian Pertahanan yang sesuai Visi Misi Presiden dan Wapres,” pungkasnya.
Redaktur: Arief