NAGREG, BIPOL CO – Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna meninjau lokasi bencana longsor TPT di bagian jalan gang di Kampung Pasirhuut Desa Bojong Kecamatan Nagreg, Senin (14/3/2022) sore.
Musibah longsor TPT itu terjadi Minggu (13/3/2022) pukul 20.00 WIB, RT 02/08, Desa Bojong, menimpa tiga rumah.
Akibat peristiwa itu, dilaoorkan seorang warga, Widianingsih (35), meninggal dunia, dan dua orang warga, masing-masing Yani Sri Mulyani (34) dan Tasya (4) luka-luka akibat terkena reruntuhan longsoran.
Widianingsih meninggal setelah dibawa ke Rumah Sakit Cikipo, sedangkan Yani Sri Mulyani dan Tasya, dirawat di rumah sakit tersebut.
Musibah longsor terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu sore.
Dalam kunjungannya, Bupati, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas musibah itu dan memberikan santunan kepada keluarga korban.
“Ini merupakan skenario atau takdir dari Allah SWT. Bahwa semua orang akan meninggal dunia dengan cara yang berbeda. Muda-mudahan, saya nyatakan korban yang meninggal dunia husnul khatimah. Apalagi korban saat kejadian, baru pulang belanja dari warung untuk kebutuhan anak dan suaminya yang lagi bekerja,” katanya.
Dadang Supriatna, menyatakan, gerakan longsor pada bagian tembok penahan tebing (TPT) di Kampung Pasirhuut, RT 02/RW 08 Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, akibat kondisi kontruksi TPT itu tegak lurus dan tak ada kemiringan.
“Akibatnya ada penggeseran tanah, karena di daerah lembahnya terlalu curam. Kita cari solusinya,” kata Dadang Supriatna disela meninjau lokasi bencana longsor.
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama, Camat Nagreg Akhmad Arifin, Kepala Desa Bojong Asep Dedih Wahyudin, Dadang Supriatna menginstruksian kepada Kepala Desa untuk segera menginventarisir rumah-rumah yang rawan terancam longsor di semua desa di Kecamatan Nagreg maupun di daerah lainnya di Kabupaten Bandung.
“Rumah yang terancam longsor, khusus untuk para penghuninya untuk pindah dulu ke tempat yang lebih aman. Ini untuk mengantisipasi kejadian serupa, seperti yang terjadi di lokasi longsor ini (Desa Bojong),” kata Kang DS sapaannya.
Bupati meminta, rumah yang rawan terancam longsor, jangan sampai dijadikan tempat tinggal atau hunian.
Jangan sampai, tutur Kang DS, kalau sudah terjadi longsor dan menimbulkan kerugian bagi warga, nanti pemerintah yang disalahkan. “Kita berharap Pak RT, Pak RW dan Pak Kades, untuk memperhatikan hal ini,” pintanya.
Kang DS pun berharap di lokasi longsor bagian TPT di jalan gang itu untuk dilakukan assesment. Kedepan dalam proses pembangunan kembali TPT itu, imbuh Kang DS, lebar bawah TPT 180 cm dan lebar atas 160 cm atau disesuaikan kontruksinya. Kontruksi pembangunan TPT itu harus ada kemiringan, tidak seperti kontruksi sebelumnya mencapai 90 derajat sehingga rawan terjadi gerakan tanah.
“Rumah-rumah yang mengalami kerusakan akan diperbaiki. Nanti di assesment, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor tersebut,” tutur Kang DS.
Dalam kunjungannya di lokasi longsor, Kang DS, mengintruksikan kepada pemerintah desa maupun kecamatan untuk mengevaluasi atau menginventarisir rumah-rumah yang rawan bencana longsor dan banjir di setiap desanya. Banjir merupakan musibah yang rutin terjadi di Kabupaten Bandung.
“Jangan sampai ada kejadian lanjutan atau kejadian serupa,” katanya.
Bupati berharap pelaksanaan assesment bisa dilanjutkan secara teknis dan bisa ditangani dalam waktu yang singkat. “Apalagi saat ini mendekati bulan suci Ramadan,” ungkapnya.(Deddy)