Soal Tempat Ibadah, Pemkab Purwakarta dan Forkopimda Lakukan Rakor

- Editor

Minggu, 2 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi bersama.Forkopinda dan MUI.(Foto: Purwakartakab.go.id)

Pemkab Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi bersama.Forkopinda dan MUI.(Foto: Purwakartakab.go.id)

BIPOL.CO, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar rapat koordinasi dengan  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah/ MUI serta dengan para pemangku agama umat kristiani, Jumat malam (31/3).  Adapun rakor tersebut membahas Rumah Ibadah Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang berlokasi di Cigelam Kecamatan Babakancikao Purwakarta.

Dalam rakor tersebut hadir antara lain  Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Kapolres Purwakarta,AKBP Edwar Dzulkarnain S,Ik S, Dandim 0619, Letkol ARM. Andi Achmad Afandi, Kepala Kemenag Purwakarta,Sopian, KH. John Dien (Ketua FKUB Purwakarta) serta pejabat lainnya termasuk sejumlah Pendeta.

Kantor Agama Kabupaten Purwakarta Sopiyan mengatakan, bila melanggar aturan SKB 2 menteri terkait pendirian rumah ibadah maka harus dihentikan sementara kegiatan di bangunan tersebut.

“Kita sudah menyiapkan solusi dan rekomendasi kepada yang bersangkutan agar jemaat tetap dapat beribadah yakni dipindahkan ke gereja yang sudah berijin,” kata Sopiyan.

Sopiyan mengatakan dikhawatirkan terjadi kesalah pahaman dan menjadi konflik horisontal di antara masyarakat dan para jemaah maka harus dipindahkan lokasi nya.

Selain itu, Sopiyan menambahkan bahwa pihak jemaah mengakui tidak mengantongi ijin baik itu dari lingkungan maupun dari pemerintah terkait rumah peribadatan tersebut.

Senada dengan Kepala Kemenag, Ketua MUI Purwakarta yang sekaligus ketua FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Kh. Jhon Dien mengatakan, kedua belah pihak harus ikhlas dalam menerima keputusan. Apabila tetap dilanjutkan untuk beribadah disana, dikhawatirkan menjadi polemik isu sara kedepan.

“Bilamana terus dilakukan peribadatan di Desa Cigelam tersebut bukan menjadi hal solutif bagi ke 2 belah pihak, yang dikhawatirkan akan menjadi isu sara yang mencoreng toleransi umat beragama di Purwakarta,” Kata Jhon Dien.

Sementara pemerintah Kabupaten Purwakarta sudah memberikan berbagai opsi dengan baik, dan meminta agar sementara pindah ke gereja yang berijin, sembari perijinan dari jemaah tersebut ditempuh.

Sementara, Bupati Purwakarta,Anne Ratna Mustika dengan tegas meminta bangunan ilegal yang tidak sesuai dengan peruntukan dan perijinanya untuk dilarang digunakan sebagai tempat ibadah.

“Kenyataan di lapangan sebenarnya yang terjadi adalah, pihak masyarakat meminta kepada jemaat gereja agar segera menyelesaikan proses periijinannya yang belum rampung,” Kata Ambu Anne Ratna Mustika

Seperti diketahui sebelumnya, kasus tersebut sempat viral karena Bangunan yang terletak di Desa Cigelam Kecamatan Babakan cikao tersebut berdiri diatas lahan pribadi yang peruntukan awalnya sebatas menjadi sebuah padepokan.

Namun beriringan waktu berjalan, sudah 2 tahun jemaat tersebut menjadikan padepokan tersebut menjadi tempat peribadatan mereka.

Hal ini tentu saja membuat masyarakat sekitar menjadi resah, karena dari yang semula padepokan biasa menjadi tempat ibadah.(dr)

Editor: Deddy

Berita Terkait

Bupati Rembug Bedas, Camat Margaasih: Ini Bukti Kang DS Bekerja untuk Melayani Masyarakat 
Mari Ramaikan! Ini Rangkaian Hari Jadi ke-214 Kota Bandung
Implementasi Wolbachia Kota Bandung Capai 64 Persen
Percepatan Pemerataan Pembangunan, Bupati Bandung Anggarkan Rp 100 Juta per RW di Tiap Kelurahan
Sosialisasi Nilai Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik Fungsi
Bupati Bahas 13 Program Prioritas Saat Rembug Bedas di Kecamatan Margaasih
Semarak HUT ke-23, Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi Gelar Bedah Buku dan Bincang Literasi
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkot Cimahi Luncurkan Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:59 WIB

Bupati Rembug Bedas, Camat Margaasih: Ini Bukti Kang DS Bekerja untuk Melayani Masyarakat 

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:36 WIB

Mari Ramaikan! Ini Rangkaian Hari Jadi ke-214 Kota Bandung

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:26 WIB

Implementasi Wolbachia Kota Bandung Capai 64 Persen

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:35 WIB

Percepatan Pemerataan Pembangunan, Bupati Bandung Anggarkan Rp 100 Juta per RW di Tiap Kelurahan

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:45 WIB

Sosialisasi Nilai Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik Fungsi

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:18 WIB

Bupati Bahas 13 Program Prioritas Saat Rembug Bedas di Kecamatan Margaasih

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:11 WIB

Semarak HUT ke-23, Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi Gelar Bedah Buku dan Bincang Literasi

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:47 WIB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkot Cimahi Luncurkan Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru

REGIONAL

Mari Ramaikan! Ini Rangkaian Hari Jadi ke-214 Kota Bandung

Kamis, 13 Jun 2024 - 19:36 WIB

REGIONAL

Implementasi Wolbachia Kota Bandung Capai 64 Persen

Kamis, 13 Jun 2024 - 19:26 WIB