Pedagang Kue Keranjang Mengeluh Omset Penjualan Turun 25%

- Editor

Minggu, 3 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI,bipol.co – Pedagang kue keranjang atau dodol cina, mengeluhkan turunnya omset penjualan jelang Imlek 2019 yang mencapai 25 persen. Padahal tahun sebelumnya bisa mencapai 30 persen.

“Berbeda dengan tahun lalu, omset penjualan tahun ini turun sampe 25 persen,” kata Afat (44) salah seorang pedagang kue keranjang di Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (2/2).

“Bahan baku pembuatan kue keranjang juga menurun, tahun sebelumnya bisa memproduksi hingga 37 ton. Tahun ini hanya memproduksi 28 ton,” katanya yang sudah menjalankan usaha milik keluarganya sejak 1960.

Menurutnya, penurunan omset penjualan tahun ini disinyalir mulai berkurangnya budaya kirim dodol Cina diantara warga keturunan. Ditambah daya tarik pembeli dari masyarakat luar juga berkurang.

“Setiap kilogram kue keranjang dijualnya Rp38 ribu. Kami juga menjual satuan di harga Rp19 ribu, Kue ini juga di jual ke luar seperti, Bandung, Bogor dan Jakarta,” ungkap Afat.

Dirinya menceritakan pembuatan kue keranjang yang memerlukan perlakuan khusus karena pengerjaannya masih tradisional. Pasalnya, butuh kesabaran ekstra karena membutuhkan waktu 24 jam untuk mengukus kue keranjang tersebut.

Apalagi dibuat tanpa menggunakan bahan tambahan lain, kecuali tepung beras ketan dan gula. Kue keranjang ini bisa tahan satu tahun, meski agak mengeras karena dikukus.

“Waktunya cukup lama, karena kalau mau bikin kue tidak boleh asal-asalan, kurang lebih saya dibantu pekerja 10 orang pegawai,” tukas Afat.[Firdaus]

Berita Terkait

Ambil Hikmah Kejadian Subang, Pemprov Jabar dan GIPI Sepaham Bangun Industri Pariwisata Jabar 
Produk Kerajinan Tangan Jabar Ramaikan Expo Dekranas
Pemkab Bandung Kembali Hapus Sanksi Denda Pajak Daerah, Ini Menurut Bapenda Jenis dan Ketentuannya
Sekda Jabar Dorong BUMDes dan BUMDesma Kuatkan Eksistensi Lawan Rentenir atau Bank Emok
Perumda Tirta Raharja Kembali Dapat Hibah Berbasis Kinerja 2024 dari Australia Rp10,2 Miliar
Bupati Bandung Terima Bantuan Bibit dan Alat Pertanian Senilai Rp 2,8 M dari Mentan
Promosikan Produk Unggulan Jabar, Amanda Soemedi Resmikan Tiga Fasilitas di Bandara Kertajati
Rakor Persiapan WWF ke-10 di Bali, Pemkab Bandung Dorong PDAM Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 22:08 WIB

Ambil Hikmah Kejadian Subang, Pemprov Jabar dan GIPI Sepaham Bangun Industri Pariwisata Jabar 

Kamis, 16 Mei 2024 - 13:55 WIB

Produk Kerajinan Tangan Jabar Ramaikan Expo Dekranas

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:34 WIB

Pemkab Bandung Kembali Hapus Sanksi Denda Pajak Daerah, Ini Menurut Bapenda Jenis dan Ketentuannya

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:25 WIB

Sekda Jabar Dorong BUMDes dan BUMDesma Kuatkan Eksistensi Lawan Rentenir atau Bank Emok

Rabu, 8 Mei 2024 - 21:53 WIB

Perumda Tirta Raharja Kembali Dapat Hibah Berbasis Kinerja 2024 dari Australia Rp10,2 Miliar

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:15 WIB

Bupati Bandung Terima Bantuan Bibit dan Alat Pertanian Senilai Rp 2,8 M dari Mentan

Selasa, 7 Mei 2024 - 09:37 WIB

Promosikan Produk Unggulan Jabar, Amanda Soemedi Resmikan Tiga Fasilitas di Bandara Kertajati

Jumat, 3 Mei 2024 - 21:31 WIB

Rakor Persiapan WWF ke-10 di Bali, Pemkab Bandung Dorong PDAM Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih

Berita Terbaru

REGIONAL

Lestarikan Lingkungan Bupati Nina Tanam Mangrove

Minggu, 19 Mei 2024 - 14:03 WIB