SUKABUMI,bipol.co – Pedagang kue keranjang atau dodol cina, mengeluhkan turunnya omset penjualan jelang Imlek 2019 yang mencapai 25 persen. Padahal tahun sebelumnya bisa mencapai 30 persen.
“Berbeda dengan tahun lalu, omset penjualan tahun ini turun sampe 25 persen,” kata Afat (44) salah seorang pedagang kue keranjang di Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (2/2).
“Bahan baku pembuatan kue keranjang juga menurun, tahun sebelumnya bisa memproduksi hingga 37 ton. Tahun ini hanya memproduksi 28 ton,” katanya yang sudah menjalankan usaha milik keluarganya sejak 1960.
Menurutnya, penurunan omset penjualan tahun ini disinyalir mulai berkurangnya budaya kirim dodol Cina diantara warga keturunan. Ditambah daya tarik pembeli dari masyarakat luar juga berkurang.
“Setiap kilogram kue keranjang dijualnya Rp38 ribu. Kami juga menjual satuan di harga Rp19 ribu, Kue ini juga di jual ke luar seperti, Bandung, Bogor dan Jakarta,” ungkap Afat.
Dirinya menceritakan pembuatan kue keranjang yang memerlukan perlakuan khusus karena pengerjaannya masih tradisional. Pasalnya, butuh kesabaran ekstra karena membutuhkan waktu 24 jam untuk mengukus kue keranjang tersebut.
Apalagi dibuat tanpa menggunakan bahan tambahan lain, kecuali tepung beras ketan dan gula. Kue keranjang ini bisa tahan satu tahun, meski agak mengeras karena dikukus.
“Waktunya cukup lama, karena kalau mau bikin kue tidak boleh asal-asalan, kurang lebih saya dibantu pekerja 10 orang pegawai,” tukas Afat.[Firdaus]