Tangani Sampah Bukan Dengan Perluas TPAS

- Editor

Kamis, 21 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syarif Bastaman

Syarif Bastaman

BANDUNG,bipol.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dihimbau harus mempertimbangkan faktor lingkungan dalam menangani masalah sampah. Bukan dengan memperluas TPAS Sarimukti hingga 42 hektar.

Hal tersebut diutarakan Budayawan sekaligus Dosen Pembimbing Institut Pertanian Bogor (IPB), Syarif Bastaman di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Kamis (21/02/2019).

Menurutnya, pemerintah juga harus mampu menyebarkan budaya membuang sampah ke tempatnya dan mengatasi masalahnya tanpa mempengaruhi faktor lingkungan.

“Kalau tidak melibatkan seluruh stakeholder itu akan susah, dan hukum membuang sampah sembarangan harus di tegakan dengan ketat, agar masyarakat sadar akan dampak dari membuang sampah sembarangan,” kata Syarif.

Dikatakannya, sampah di sungai dan TPAS perlu di lakukan Bioremediasi oleh pemerintah untuk mengurangi polutan di lingkungan.

“Sebenarnya masalah sampah adalah solusi itu sendiri, jadi yang mampu menghancurkan sampah itu adalah bakteri yang ada di tumpukan sampah, bakteri itu kita aktifkan, kita perbanyak, itulah solusi untuk manyelesaikan masalah sampah agar peleburannya cepat,” jelas Syarif.

“Contoh korea, setiap tumpukan sampah satu meter lalu di tumpuk oleh tanah setengah meter, Itu sudah di lakukan di negara maju, kenapa gak kita tiru,” tambahnya.[Rizki]

Berita Terkait

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 
Pj. Gubernur Bey Machmudin: Jangan Ada Perundungan Kegiatan Orientasi Sekolah
Ranperda P2APBD 2023 Sah Menjadi Perda, Bey Machmudin Sampaikan KUA/PPAS 2025
Kang DS Kembali Sapa Warga, Serap Aspirasi Wujudkan Masyarakat Kabupaten Bandung Semakin Bedas
Pemkot Cimahi Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Gelontorkan Rp 200 Miliar, Bupati Bandung Minta Laporan Saban Minggu Tim Percepatan Penurunan Stunting
Bupati Bandung Sering Terima DM Curhat Warga, Tiap OPD Diinstruksikan Bikin Layanan Quick Response
BPBD dan Diskominfo Kabupaten Bandung Kolaborasi Kembangkan Aplikasi TiTaTu dan Aktivasi Radio

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 13:20 WIB

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:51 WIB

Pj. Gubernur Bey Machmudin: Jangan Ada Perundungan Kegiatan Orientasi Sekolah

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:40 WIB

Ranperda P2APBD 2023 Sah Menjadi Perda, Bey Machmudin Sampaikan KUA/PPAS 2025

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:35 WIB

Kang DS Kembali Sapa Warga, Serap Aspirasi Wujudkan Masyarakat Kabupaten Bandung Semakin Bedas

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:37 WIB

Pemkot Cimahi Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Jumat, 12 Juli 2024 - 12:14 WIB

Gelontorkan Rp 200 Miliar, Bupati Bandung Minta Laporan Saban Minggu Tim Percepatan Penurunan Stunting

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:30 WIB

Bupati Bandung Sering Terima DM Curhat Warga, Tiap OPD Diinstruksikan Bikin Layanan Quick Response

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:21 WIB

BPBD dan Diskominfo Kabupaten Bandung Kolaborasi Kembangkan Aplikasi TiTaTu dan Aktivasi Radio

Berita Terbaru

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna memberikan bantuan untuk peningkatan pembangunan masjid dan santunan kepada anak-anak yatim saat Jumling di Masjid Baitul Muslimin, Kampung Babakan Timur, RW 07 Desa/Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (12/7/2024).

REGIONAL

Jumling ke 101, Bupati Bandung Doakan Masyarakat 

Sabtu, 13 Jul 2024 - 13:20 WIB