Presiden Gabon Ali Bongo Dikudeta Militer dan Ditangkap Bersama Anaknya

- Editor

Kamis, 31 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar/Kompas tv

Foto: Tangkapan layar/Kompas tv

BIPOL.CO, JAKARTA — Militer Gabon melakukan kudeta dan menangkap Presidennya Ali Bongo dan putranya, Noureddin Bongo Valentin.

Setelah ditangkap Ali Bongo ditahan usai militer negara itu melancarkan kudeta pada Rabu (30/8).

Diberitakan Reuters, Bongo menjadi tahanan rumah setelah sekelompok militer merebut kekuasaan selang beberapa menit usai badan pemilihan umum Gabon mengumumkan kemenangan dia sebagai presiden periode ketiga.

Dikutip dari CNN Indonesia, bukan cuma Bongo, putranya, Noureddin Bongo Valentin, dan beberapa orang lain juga ditahan atas serangkaian tuduhan mulai dari korupsi hingga pengkhianatan.

Para oposisi mengatakan keluarga Bongo tidak becus mengatasi kesenjangan sosial di antara 2,3 juta penduduknya menggunakan kekayaan minyak dan pertambangan negara.

Sekelompok militer yang memperkenalkan diri sebagai Komite Transisi dan Pemulihan Institusi menyatakan kudeta pada Rabu menyusul hasil pemilu yang menyatakan kemenangan Bongo sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga.

Mereka mengaku melakukan kudeta karena negara itu menghadapi “krisis institusional, politik, ekonomi, dan sosial yang parah.”

Bersamaan dengan itu, mereka menyatakan bahwa pemungutan suara pemilu pada 26 Agustus tidak kredibel. Mereka juga menutup perbatasan Gabon dan membubarkan lembaga-lembaga negara.

Tidak diketahui siapa yang memimpin kudeta. Namun siaran televisi menunjukkan seorang pria berseragam yang menggunakan baret hijau diangkat tinggi-tinggi oleh tentara yang meneriakkan “Presiden Oligui”. Ini kemungkinan merujuk pada Brice Oligui Nguema, kepala Garda Republik Gabon.

Pada saat yang sama, ratusan orang juga tampak merayakan kudeta militer ini. Mereka mengaku gembira atas intervensi militer Gabon.

“Saya berbaris hari ini karena saya gembira. Setelah hampir 60 tahun, keluarga Bongo tidak lagi berkuasa,” kata warga bernama Jules Lebigui (27), seperti dikutip Reuters.

Sejak Bongo menang dalam pemilu 2016, Gabon sebetulnya sudah dilanda kerusuhan lantaran persaingan dalam memperebutkan kekuasaan. Pada 2019, negara itu juga sempat digoyang upaya kudeta namun gagal.

Kudeta Gabon ini sendiri bakal menjadi kudeta kedelapan di Afrika sejak 2020. Sebelum ini, junta militer Niger juga melancarkan kudeta pada Juli dan menahan Presiden Mohamed Bazoum dalam tahanan rumah.(*)

Berita Terkait

Riwayat Gempa Dahsyat di Sesar Sagaing, Efek Vibrasi Hingga Mengguncang Bangkok
Dikecam PBB, Junta Militer Bombardir Sagaing Saat Myanmar Dilanda Gempa
Muncul dalam Satu Dekade Terakhir, Fenomena Meningkatnya Ateis di Negara-negara Arab
Gempa Dahsyat di Myanmar,  Korban Tewas Mencapai 1.600 orang
1.400 Demonstran Ditangkap, Ribuan Orang Lainnya Turun ke Jalan Turunkan Erdogan
Jelang Idul Fitri 1446 H Akan Terjadi Gerhana Matahari, Bisa Terlihat di 13 Negara Bagian AS
Sinyal Misterius dari Antariksa, Bumi Berdenyut Setiap 125 Menit, Ini Kata Para Peneliti
Majid, Seorang Fellow Atlas Corps Terinspirasi Keindahan dan Budaya Kampung Halamannya

Berita Terkait

Selasa, 1 April 2025 - 15:20 WIB

Riwayat Gempa Dahsyat di Sesar Sagaing, Efek Vibrasi Hingga Mengguncang Bangkok

Selasa, 1 April 2025 - 10:05 WIB

Dikecam PBB, Junta Militer Bombardir Sagaing Saat Myanmar Dilanda Gempa

Senin, 31 Maret 2025 - 17:16 WIB

Muncul dalam Satu Dekade Terakhir, Fenomena Meningkatnya Ateis di Negara-negara Arab

Senin, 31 Maret 2025 - 14:39 WIB

Gempa Dahsyat di Myanmar,  Korban Tewas Mencapai 1.600 orang

Kamis, 27 Maret 2025 - 10:35 WIB

1.400 Demonstran Ditangkap, Ribuan Orang Lainnya Turun ke Jalan Turunkan Erdogan

Berita Terbaru