Dua Paslon Bupati/Wakil Bupati Sukabumi Adu Gagasan Debat Terakhir di Kabupaten Bandung

- Editor

Sabtu, 23 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi melaksanakan debat publik terkahir pada Pilkada serentak 2024, di Hotel Sutan Raja-Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (33/11). (Foto: Deddy/Bipol.co)

Dua kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi melaksanakan debat publik terkahir pada Pilkada serentak 2024, di Hotel Sutan Raja-Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (33/11). (Foto: Deddy/Bipol.co)

BIPOL.CO, BANDUNG – Debat publik terakhir pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Sukabumi Nomor Urut 1 Iyos Somantri-Zainul dan paslon nomor urut 2 Asep Japar-Andreas, berlangsung di Sutan Raja-Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat siang (22/11/2024).

Acara debat publik terkahir ini dibuka Ketua KPU Sukabumi dan disiarkan tv nasional, dengan mengambil tema “Sinergitas pembangunan daerah, provinsi dan nasional untuk mewujudkan pemerintah Kabupaten Sukabumi yang berwawasan kebangsaan”.

Dalam kata sambutannya Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Kasmin Belle diantaranya mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk datang ke TPS pada Pilkada serentak 27  November 2024 agar bisa menggunakan hak pilihnya.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk datang ke TPS, mari gunakan kesempatan ini untuk memilih pemimpin terbaik Kabupaten Sukabumi,” katanya. Ia berharap pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Sukabumi bisa berjalan aman tentram dan kondusif,” katanya.

Menurutnya, debat terakhir adalah momen penting bagi semua, khususnya warga Kabupaten Sukabumi untuk menentukan arah pembangunan masa depan Kabupaten Sukabumi. “Pilkada bukan hanya sekedar proses pemilihan pemimpin, tetapi juga wujud demokrasi yang kita junjung tinggi,” papar Kasmin Belle.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan untuk Kabupaten Sukabumi dan bisa memenuhi aspirasi masyarakat.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam proses ini mulai dari sosialisasi hingga pemungutan suara. Pastikan kita semua memahami calon yang ada, dengan program-program yang mereka tawarkan,” kata Kasmin.

Suasana debet berlangsung cukup seru dan lamcar, apalagi dengan kehadiran ratusan pendukung dari kedua Paslon untuk memberikan semangat debat dengan yel yel dan nyanyian yang menjadi tagline kedua pasangan.

Dijaga ketat petugas, ratusan pendukung kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi meneriakan yek yel dukungannya terhadap calon mereka di depan pintu masuk arena debat terkahir di Hotel Sutan Raja-Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (22/11/2024). (Foto: Deddy/Bipol.co)

Sebelumnya di luar arena debat berlangsung, ratusan pendukung Paslon nomor 1 dan nomor 2 yang jauh jauh datang ke Kabupaten Bandung untuk memberikan dukungan terhadap Paslonya. Mereka nyaris bentrok karena kedua pendukung itu berada di pintu masuk arena debat, ratusan petugas kepolisian yang siaga segera melakukan pengamanan dan membuat pagar hidup untuk memisahkan kedua pendukung, untuk menghindari terjadinya bentrokan.

Namun acara debat terkahir ini berjalan aman dan lancar. Kedua Paslon bisa menyampaikan dan memberikan jawaban yang diajukan dengan lugas dan tegas.

Sesi pertama debat diawali penyampaian visi misi kedua Paslon. Diawali Paslon nomor urut satu yang mengambil undian pertanyaan yang telah disediakan penalis dalam amplop yang masih disegel.

Paslon nomor urut satu ini dalam debat sesi pertama antara lain menyampaikan akan menyediakan 10 ribu lapangan kerja dan menyediakan ribuan lahan pertanian serta bertekad akan memberantas bank emok.

Sementara nomor urut 2 dalam mengawali debatnya antara lain siap mewujudkan Sukabumi yang unggul. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan melalui pengembangan agroindustri dan pariwisata.

Membangun infrastruktur pelayanan dasar dan penunjang perekonomian yang merata dan inklusif. Membangun sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, berbasis Iptek dan Imtaq. Membangun pemerintahan yang kolaboratif, profesional dan akuntabel. Terutama dalam pemberdayaan sumber alam laut tempat mencari nafkah para petani ikan di pesisir pantai Pelabuhanratu misalnya.

“Masih minimnya infrastruktur jalan ke pesisir pantai, dan illegal fishing pencurian ikan kita memastikan akan manfaatkan sistem digitalisasi untuk melihat ilegal fishing, sehingga petani mengetahui di mana akan terjadinya pencurian ikan laut,” kata Paslon nomor urut 1, menjawab pertanyaan nomor urut 2.

Menurut Paslon nomor urut 1,  Kabupaten Sukabumi sangat potensial untuk dikembangkan, hanya perlu kolaborasi dan dukung semua pihak, kemudian Pelabuhanratu akan  dimanfaatkan untuk dikembangkan sehingga para nelayan akan meningkat kesejahteraannya.

Paslon nomor dua mengakui, ketika ia ke lapangan, bahwa infrastruktur yang masih jelek untuk menunjang perekonomian masyarakat. “Ke depan akan kami lakukan pembenahan,” tuturnya.

Hingga sesi ke enam, debat berakhir dengan lancar. Kedua Paslon menyampaikan pesan politiknya, agar pada 27 November 2024 masyarakat Sukabumi datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Seperti disampaikan Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Kasmin Belle sebelumnya, pertimbangan kondusivitas menjadi salah satu alasan digelarnya debat publik kedua Pilkada Sukabumi ini di Kabupaten Bandung.

“Keputusan ini berdasarkan surat rekomendasi dari kepolisian. Sebetulnya kami ingin debat dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi bagian selatan,” kata Kasmin Belle, Kamis (21/11/2024).

Menurut Kasmin, sebelumnya pihaknya pun sudah mengajukan untuk tempat debat publik. Namun dari Polres Sukabumi keluar rekomedasi yang menyatakan harus dilaksanakan di luar Kabupaten Sukabumi.

Disinggung alasan keluarnya rekomendasi tersebut, Kasmin Belle dengan tegas menyatakan hal itu karena alasan kondusivitas. “Terkait dengan kondusifitas, keamanan,” jawabnya.

Debat publik pertama dilangsungkan di Auditorium Universitas Nusa Putra (UNP) Sukabumi pada Sabtu (26/10/2024) lalu. Acara itu belangsung meriah dengan hadirnya ratusan massa dari masing-masing calon.

Debat publik kedua ini diprediksi akan berlangsung sengit. Pasalnya, pada debat pertama pun kedua paslon saling melempar pertanyaan yang membuat semua yang hadir bersorak sorai.

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi nomor urut 1 Iyos Somantri – Zainul diusung Partai Gerindra, PKS, Demokrat, Nasdem, PDIP, bersama delapan parpol non parlemen PSI, Perindo, PBB, Hanura, Buruh, Partai Ummat, Garuda, PKN.

Sementara paslon nomor urut 2 Asep Japar – Andreas diusung Partai Golkar, PKB, PAN, PPP dan Gelora.(Ads)

Berita Terkait

Dukung Hasto, Massa Penuhi Pengadilan Tipikor Gunakan Rompi Oranye Bertuliskan “Hasto Tahanan Politik”
H. Eep Jamaludin Sukmana Manfaatkan Reses di Bulan Ramadhan untuk Bersilaturahmi dan Tampung Aspirasi
AHY Terpilih Kembali Sebagai Ketum, Puan Harap Partai Demokrat Terus Gotong Royong Bangun Bangsa
Secara Aklamasi AHY Terpilih Kembali Jadi Ketum Partai Demokrat: Berharap Bisa Bangkit
Ono Surono: Retreat Tidak Ada Aturan UU, Empat Kepala Daerah di Jabar Patuhi Perintah Megawati
H Firman: Visi Misi dan Program 100 Hari Kerja Bupati Wajib Dijalankan, Harus Selaras RPJMN dan RPJMD
Wakil Ketua DPRD Thony Fathony Harap Visi Misi dan Progres Program 100 Hari Bupati/Wakil Bupati Harus Dioptimalkan
481 Pasangan Kepala Daerah Resmi Dilantik Presiden Prabowo

Berita Terkait

Sabtu, 22 Maret 2025 - 17:37 WIB

Dukung Hasto, Massa Penuhi Pengadilan Tipikor Gunakan Rompi Oranye Bertuliskan “Hasto Tahanan Politik”

Selasa, 11 Maret 2025 - 17:23 WIB

H. Eep Jamaludin Sukmana Manfaatkan Reses di Bulan Ramadhan untuk Bersilaturahmi dan Tampung Aspirasi

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:30 WIB

AHY Terpilih Kembali Sebagai Ketum, Puan Harap Partai Demokrat Terus Gotong Royong Bangun Bangsa

Kamis, 27 Februari 2025 - 10:41 WIB

Secara Aklamasi AHY Terpilih Kembali Jadi Ketum Partai Demokrat: Berharap Bisa Bangkit

Minggu, 23 Februari 2025 - 09:58 WIB

Ono Surono: Retreat Tidak Ada Aturan UU, Empat Kepala Daerah di Jabar Patuhi Perintah Megawati

Berita Terbaru