Langgar Aturan, Puluhan Ribu APK Ditertibkan

- Editor

Senin, 4 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Barat Lolly Suhenty . (dok.bipol.co)

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Barat Lolly Suhenty . (dok.bipol.co)

BANDUNG,bipol.co – Bawaslu Jawa Barat menertibkan puluhan ribu Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar karena terpasang di zona terlarang yakni pepohonan dan area taman.

Penertiban APK dilakukan sejak tahapan Pemilu dimulai hingga Desember 2018, melibatkan Sat Pol PP. Diantaranya, 14.628 baliho, 10.838 spanduk dan 3.522 umbul-umbul.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Barat Lolly Suhenty menjelaskan, dalam aturan Bawaslu dijelaskan untuk tidak boleh menempelkan APK di area pohon.

Menurutnya, pelanggaran ini sering terjadi karena kurang jelasnya aturan dari PKPU yang hanya menjelaskan mengenai etika dan estetika sehingga membuat multitafsir.

“Masukannya kedepan di Undang-Undang maupun PKPU harus lebih jelas dan tegas, bilang bahwa di pohon tidak boleh, agar tidak multitafsir,” ujar Lolly kepada bipol.co saat ditemui dikantor Bawaslu,Senin (4/2).

Ditegaskannya, Bawaslu hanya memberi kewenangan untuk rekomendasi yang kemudian ditertibkan oleh satpol PP. “Untuk hal yang non APK ini kami tertibkan dan berkoordinasi langsung dengan Satpol PP tertutama soal materinya dan zonanya,” kata Lolly.

Aturan terkait pemasangan APK ini sudah disosialisasikan oleh KPU dan Bawaslu dengan cara mengundang perwakilan dari LO Partai dan peserta pemilu.

“Karena memang salah satu indikator keberhasilan KPU adalah partisipasi pemilih nambah, sedangkan di Bawaslu indikator keberhasilan nya itu adalah semakin banyaknya masyarakat terlibat sebagai pengawas partisipatif,” tutur Lolly.[Alda Sabilal Muhtadi]

Berita Terkait

Tahapan Pilkada 2024 Berjalan, Pj Wali Kota Bandung: ASN Wajib Netral!
Ketua Bawaslu Bingung dengan Putusan Batas Usia Cakada Ditentukan Saat Pelantikan
Lolos Rekafitulasi Ulang, KPU DKI Libatkan 1.588 Orang Cek Berkas Dukungan Bacagub Dharma Pongrekun
DPP Partai Gerindra Rekomendasi Artis Ali Syakieb Dampingi Kang DS di Pilbup Bandung
KPU Gencar Lakukan Sosialisasi Pilkada, Kang Aksay: Kita Sentuh Sampai ke Kaum Marginal
Sejumlah Artis Merapat, Giliran Raffi Ahmad Kunjungi Kang DS, Dukung Bedas Lanjutkan
PAN Deklarasi Gabung Koalisi Bedas Sukseskan Pilkada 2024, Thoriqoh: Ini Keputusan Bersama
Kesiapan Pilkada 2024: KPU Garut Sosialisasikan Tahapan Krusial

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 18:40 WIB

Tahapan Pilkada 2024 Berjalan, Pj Wali Kota Bandung: ASN Wajib Netral!

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:34 WIB

Ketua Bawaslu Bingung dengan Putusan Batas Usia Cakada Ditentukan Saat Pelantikan

Selasa, 16 Juli 2024 - 14:07 WIB

Lolos Rekafitulasi Ulang, KPU DKI Libatkan 1.588 Orang Cek Berkas Dukungan Bacagub Dharma Pongrekun

Senin, 15 Juli 2024 - 15:54 WIB

DPP Partai Gerindra Rekomendasi Artis Ali Syakieb Dampingi Kang DS di Pilbup Bandung

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:19 WIB

KPU Gencar Lakukan Sosialisasi Pilkada, Kang Aksay: Kita Sentuh Sampai ke Kaum Marginal

Berita Terbaru