Pemerintah Tanggung Bea Masuk Dunia Usaha

- Editor

Rabu, 30 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelabuhan Terminal Petikemas Belawan milik Pelindo 1. (net)

Pelabuhan Terminal Petikemas Belawan milik Pelindo 1. (net)

JAKARTA.bipol.co – Pemerintah menanggung bea masuk atas impor barang dan bahan untuk memproduksi barang dan/atau jasa di sektor industri yang terdampak pandemi COVID-19 melalui diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.010/2020.

“Fasilitas BM DTP ini berlaku pada saat PMK diundangkan hingga 31 Desember 2020,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (30/9).

Kebijakan pemerintah untuk menanggung bea masuk tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga dunia usaha tetap bisa bertahan di tengah krisis pandemi.

Bea masuk ditanggung pemerintah (BM DTP) diberikan atas impor barang dan bahan yang dibutuhkan untuk dalam negeri namun belum dapat dipenuhi oleh industri baik secara jumlah maupun spesifikasi.

Barang dan bahan ini harus digunakan untuk keperluan untuk memproduksi barang yang dikonsumsi di dalam negeri sehingga bukan untuk ekspor.

Terdapat 33 sektor industri yang eligible memperoleh fasilitas ini di antaranya sektor industri kesehatan yaitu Alat Pelindung Diri (APD), handsanitizer, dan desinfektan.

Kemudian juga sektor industri yang berkaitan dengan elektronika, telekomunikasi, serat optik, smartcard, dan pengemasan kaleng yang memiliki efek pengganda cukup tinggi ke perekonomian.

Febrio menyatakan BM DTP menambah sederetan insentif perpajakan untuk menjaga produktivitas industri dalam negeri seperti penurunan tarif PPh Badan, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, dan pengembalian pendahuluan PPN.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan insentif perpajakan untuk membantu dunia usaha dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19,” katanya. (net)

Editor Deden .GP

Berita Terkait

Cek Stok Beras di Pasar, Bey Machmudin: Masyarakat Jangan Beli Panik
Atasi Turunnya Produk Beras, Pemkot Bandung Budidayakan Tanaman Sorgum
Pemda Provinsi Jabar-Bapanas Siap Berkolaborasi Jaga Ketersediaan Pangan
Beras Mahal, Bupati: Kabupaten Bandung Siapkan 800 Ton Beras Cadangan, Jadi Masih Aman 
Jadi Komiditi Unggulan, Pj Bupati Purwakarta Panen Raya Melon
Pemkab Purwakarta Raih Capaian Investasi Rp Rp14,8 triliun Melebihi Target Nasional
Waspadai Tensi Geopolitik, Ekonomi Jawa Barat 2023 Tumbuh 5 Persen Tertinggi Kedua di Pulau Jawa
Pusat Targetkan Investasi Pemdaprov Jabar Rp 250 Triliun, Nining Yulistiani Optimis

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:16 WIB

Cek Stok Beras di Pasar, Bey Machmudin: Masyarakat Jangan Beli Panik

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:48 WIB

Atasi Turunnya Produk Beras, Pemkot Bandung Budidayakan Tanaman Sorgum

Jumat, 16 Februari 2024 - 13:51 WIB

Pemda Provinsi Jabar-Bapanas Siap Berkolaborasi Jaga Ketersediaan Pangan

Kamis, 15 Februari 2024 - 14:06 WIB

Beras Mahal, Bupati: Kabupaten Bandung Siapkan 800 Ton Beras Cadangan, Jadi Masih Aman 

Kamis, 15 Februari 2024 - 12:34 WIB

Jadi Komiditi Unggulan, Pj Bupati Purwakarta Panen Raya Melon

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:14 WIB

Pemkab Purwakarta Raih Capaian Investasi Rp Rp14,8 triliun Melebihi Target Nasional

Kamis, 8 Februari 2024 - 08:35 WIB

Waspadai Tensi Geopolitik, Ekonomi Jawa Barat 2023 Tumbuh 5 Persen Tertinggi Kedua di Pulau Jawa

Selasa, 30 Januari 2024 - 21:30 WIB

Pusat Targetkan Investasi Pemdaprov Jabar Rp 250 Triliun, Nining Yulistiani Optimis

Berita Terbaru