Diduga dari Kotoran Ular yang Dikonsumsi Melalui Sayuran, Cacing 8 Cm Ditemukan Bersarang di Otak Wanita 64 Tahun

- Editor

Rabu, 30 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cacing hidup di otak (Foto: Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit AS (CDC)

Cacing hidup di otak (Foto: Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit AS (CDC)

BIPOL.CO, JAKARTA – Journal Emerging Infectious Diseases milik Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan adanya seekor cacing berukuran 8 cm ditemukan hidup dalam otak seorang wanita lansia di Australia.

Ini menjadi kasus pertama di dunia yang diterbitkan dalam Journal Emerging Infectious Diseases milik Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Menurut laporan jurnal tersebut, pasien perempuan berusia 64 tahun itu sudah berbulan-bulan mengalami gejala sakit perut, batuk, dan berkeringat di malam hari. Awalnya dokter menyimpulkan wanita tersebut mungkin mengidap pneumonia atau infeksi paru.

Namun gejalanya semakin memburuk meski sudah diberi obat, bahkan ia mengalami lupa ingatan dan depresi. Wanita itu kemudian dirawat di rumah sakit pada akhir Januari 2021, dan hasil pemindaian kemudian mengungkap adanya luka di dalam lobus frontal bagian kanan otak.

Saat menjalani biopsi pada Juni 2022, dokter menemukan cacing parasit merah atau disebut ophidascaris robertsi bersarang di otaknya. DIduga cacing tersebut sudah berada di sana selama berbulan-bulan.

“Semua orang terkejut. Dan cacing yang kami temukan bergerak menggelinjang, dengan cukup kuat, saat berada di luar otak,” kata Hari Priya Bandi, dokter yang terlibat dalam pembedahan, dikutip dari detikcom.

Jenis cacing itu biasanya ditemukan pada ular piton karpet. Meskipun pasien tidak pernah melakukan kontak langsung dengan ular, dokter menduga larva cacing tersebut keluar melalui kotoran ular dan kemudian dikonsumsi oleh wanita tersebut melalui sayuran, tangan, atau peralatan dapur yang terkontaminasi.

Pasien tersebut akhirnya diberi obat untuk membunuh larva lain yang mungkin hidup di organ tubuhnya. Enam bulan setelah menjalani perawatan, kondisi wanita tersebut kini telah pulih dengan baik. Gejala neuropsikiatri yang dialaminya telah membaik, namun masih tetap ada.

“Invasi otak oleh larva Ophidascaris belum pernah dilaporkan sebelumnya,” tulis Dr Hossain, pakar parasitologi asal Australia yang terlibat dalam jurnal tersebut.

“Pertumbuhan larva tahap ketiga pada manusia sangatlah penting, mengingat penelitian eksperimental sebelumnya belum menunjukkan perkembangan larva pada hewan peliharaan, seperti domba, anjing, dan kucing,” lanjutnya lagi.(*)

 

Berita Terkait

Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung
Riwayat Gempa Dahsyat di Sesar Sagaing, Efek Vibrasi Hingga Mengguncang Bangkok
Dikecam PBB, Junta Militer Bombardir Sagaing Saat Myanmar Dilanda Gempa
Muncul dalam Satu Dekade Terakhir, Fenomena Meningkatnya Ateis di Negara-negara Arab
Gempa Dahsyat di Myanmar,  Korban Tewas Mencapai 1.600 orang
1.400 Demonstran Ditangkap, Ribuan Orang Lainnya Turun ke Jalan Turunkan Erdogan
Jelang Idul Fitri 1446 H Akan Terjadi Gerhana Matahari, Bisa Terlihat di 13 Negara Bagian AS
Sinyal Misterius dari Antariksa, Bumi Berdenyut Setiap 125 Menit, Ini Kata Para Peneliti

Berita Terkait

Minggu, 6 April 2025 - 14:56 WIB

Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung

Selasa, 1 April 2025 - 15:20 WIB

Riwayat Gempa Dahsyat di Sesar Sagaing, Efek Vibrasi Hingga Mengguncang Bangkok

Selasa, 1 April 2025 - 10:05 WIB

Dikecam PBB, Junta Militer Bombardir Sagaing Saat Myanmar Dilanda Gempa

Senin, 31 Maret 2025 - 17:16 WIB

Muncul dalam Satu Dekade Terakhir, Fenomena Meningkatnya Ateis di Negara-negara Arab

Senin, 31 Maret 2025 - 14:39 WIB

Gempa Dahsyat di Myanmar,  Korban Tewas Mencapai 1.600 orang

Berita Terbaru

Balai Chakri Mahaprasad di Istana Raja di Bangkok. (Via Wikipedia)

INTERNASIONAL

Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung

Minggu, 6 Apr 2025 - 14:56 WIB