PERSIB Bandung baru saja melakoni laga kedua Piala Presiden 2019. Kamis (7/3/2019) sore, melawan Persebaya. Namun hasilnya ternyata tidak memuaskan, dihadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya Majng Bandung dikandaskan dengan skor akhir 2-3. Sebelumnya Persib mengalami kekalahan di laga perdana melawan Tira-Persikabo.
Ini berarti menjadi pertandingan keenam Radovic sebagai nahkoda Persib Bandung dalam kompetisi resmi. Sayangnya, lima di antaranya mendapat hasil minor meski bermain di Bandung dengan dukungan ribuan Bobotoh.
Imbang melawan Persiwa di leg perdana 32 besar Piala Indonesia. Lalu ditahan Arema di Bandung, imbang di Malang, kalah dari Tira-Persikabo di Piala Presiden, terakhir ditekuk Persebaya.
Hasil-hasil tadi akan menjadi tekanan tersendiri bagi Milan Radovic. Selama ini gelombang kepercayaan Bobotoh terhadap Radovic memang tidak cukup baik. Banyak kritikan yang ditujukan pada eks gelandang Persib itu, bahkan juga ditujukan pada manajemen.
Mulai dari perekrutan pemain, permainan yang tidak berkembang, hinga hasil minor yang tak kunjung hilang. Soal perekrutan ini memang unik. Seperti biasa, bukan Persib namanya jika perekrutan pelatih dan pemain tidak menimbulkan polemik. Musim lalu, ketika sosok Gomez mendarat, polemik terjadi antara keinginan pelatih dan manajemen. Bahkan ketika In Kyun dikontrak, semua mempertanyakan keputusan itu. Termasuk kedatangan Gomez itu sendiri, yang awalnya santer diisukan adalah Rahmad Darmawan.
Begitu pun dengan tahun ini, beberapa perekrutan pemain menimbulkan reaksi dari para pecinta Persib Bandung. Yang paling heboh adalah dikontraknya Srdan Lopicic oleh Pangeran Biru. Semua menyangsikan kemampuan Lopicic yang sempat didera cidera, dan juga karena faktor usia. Lalu hingga kini pun, peran Lopicic belum terlalu signifikan untuk permainan Persib Bandung. Permainan masih monoton dan cenderung minim kreatifitas.
Selain itu, beberapa pemain yang di ‘Balik Bandung’ kan juga belum bisa menjadi pembeda bagi permainan Persib. Terakhir, Persib malah mendatangkan Saepulloh Maulana untuk kebutuhan lini bertahan. Entah apa pertimbangan tim pelatih dan manajemen untuk mendatangkan bek eks Mitra Kukar itu. Polemik perekrutan tim dan pemain memang selalu mengganggu dan mengganggu persiapan tim untuk mengarungi kompetisi resmi.
Seperti yang kita lihat saat ini. Permainan Persib saat ini masih jauh dari ideal. Jika dibandingkan musim lalu pun, masih belum sepadan untuk dibandingkan. Apalagi jika digandengkan dengan label Persib sebagai tim profesional terverifikasi AFC, dengan sponsor yang begitu banyak. Sangat menyedihkan, ini seharusnya tidak terjadi.
Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin gelombang keras, yang menekan pelatih dan manajemen, dari Bobotoh akan terjadi. Pertanyaan selanjutnya, akankah manajemen melakukan evaluasi pada Radovic?. Kita tentunya ingat bagaimana Daniel Darko Jankovic yang hanya membesut tim dalam dua bulan saja. Ia didepak karena tidak mampu memenuhi ekspektasi manajemen. Lalu bagaimana dengan Radovic?**