Tahun Baru Awalnya Maret, Sebelum Digeser ke Januari

- Editor

Selasa, 31 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, bipol.co – Masyarakat di dunia akan merayakan tahun baru 2020. Di Indonesia dan sebagian wilayah di dunia, besok sudah masuk 1 Januari. Ada sejarah tahun baru dalam peradaban manusia.

Pada awalnya, perayaan tahun baru tertua di muka bumi, diyakini berada di Mesopotamia (kini Irak), sekitar 2000 tahun sebelum masehi. Kala itu tahun baru dirayakan pada pertengahan bulan Maret, karena pada masa itu adalah pergantian musim. Barulah pada tahun 45 sebelum masehi, tahun baru dirayakan pada tanggal 1 Januari.

Di abad kuno, tepatnya di Mesopotamia perayaan tahun baru dilakukan untuk menyambut perubahan musim, yakni datangnya musim semi. Bangsa Mesir dan Persia merayakan datangnya musim gugur. Yunani juga merayakan datangnya musim dingin. Bangsa Romawi yang membawa perayaan tahun baru karena alasan penanggalan kalender.

Bangsa Romawi awalnya merayakan tahun baru setiap 1 Maret, karena kalender Romawi hanya ada 10 bulan dan dimulai pada Maret. Kalender pertama Romawi hanya ada 10 bulan yang dibuat oleh raja pertama Roma, Romulus pada 753 SM.

Pada 700 SM Roma penerus Romulus, yakni Numa Pontilius mengubah kalender yang dibuat oleh Romulus. Alasannya kalender buatan Romulus, jumlah harinya terlalu sedikit, dan tidak cocok dengan muslim yang ada. Ia menambahkan 2 bulan tambahan, yakni Januari (lanuarius) dan Februari (Februarius).

Baru pada 153 SM perayaan tahun baru digeser dari Maret ke 1 Januari. Pada 46 Sebelum Masehi, Julius Caesar mengenalkan kalender baru, didasarkan pada pergerakan matahari. Kalender ini diklaim lebih sempurna dari kalender sebelumnya. Perayaan Tahun baru ditegaskan kembali oleh Julian Caesar setiap 1 Januari.

Mengapa bangsa Romawi merayakan pergantian tahun ?

Dalam sistem pemerintahan Romawi, ada 2 perdana menteri yang memimpin administrasi pemerintahan yang disebut consul. Masa tugas consul hanya berjalan selama 12 bulan, diyakini setiap 1 Januari ada consul yang baru bertugas, maka rakyat merayakannya.

Pada 1582, kalender buatan Julius Caesar disempurnakan, dan menjadi kalender yang dipakai sampai saat ini. Namanya kalender Georgian, yang diambil dari nama pemimpin umat katolik Paus Gregory XIII yang meresmikan penggunaan kalender ini pada Oktober 1582.

Kalender dibuat oleh Christopher Clavius, yang merupakan seorang matematikawan dan astromom asal Jerman. Ia membantu Julian Caesar dalam mendesain kalender baru ini.

Itulah sejarah mengenai tahun baru yang sekarang dilakukan oleh orang-orang di dunia, ternyata mempunyai sejarah yang panjang, sehingga pada 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun.

Editor: Hariyawan

 

Berita Terkait

Rakyat Banten Tidak Tinggal Diam: Soliditas Kultural dalam Melawan Kejahatan Agung Sedayu
Pajak untuk Hadiah Pribadi dari Luar Negeri, Apakah Ini Adil?
ASN, Haruskah Kita Percaya Lagi?
Sosok Pemimpin KBB ke Depan, Bagaimana Parpol?
Refleksi, Memasuki Abad ke-4 Kabupaten Bandung Mestilah Jujur
Tiga Tahun Menjadi Bupati: Sebuah Refleksi Diri
Dari SITUNG ke SIREKAP, Rekapitulasi Pemilu Berujung Penjara?!
Menakar Kinerja Pj Bupati Bandung Barat
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Maret 2025 - 12:46 WIB

Rakyat Banten Tidak Tinggal Diam: Soliditas Kultural dalam Melawan Kejahatan Agung Sedayu

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 23:39 WIB

Pajak untuk Hadiah Pribadi dari Luar Negeri, Apakah Ini Adil?

Sabtu, 27 Juli 2024 - 15:13 WIB

ASN, Haruskah Kita Percaya Lagi?

Jumat, 28 Juni 2024 - 12:53 WIB

Sosok Pemimpin KBB ke Depan, Bagaimana Parpol?

Rabu, 1 Mei 2024 - 10:40 WIB

Refleksi, Memasuki Abad ke-4 Kabupaten Bandung Mestilah Jujur

Berita Terbaru