Pengaruh Probiotik Alami Terhadap Sistem Imun Tubuh

- Editor

Senin, 28 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Gumilar Satriawan

PROBIOTIK didefinisikan pada tahun 2001 oleh lembaga kesehatan dunia (WHO) sebagai mikroorganisme hidup yang diberikan dalam jumlah yang memadai untuk memberikan kesehatan bagi inang ( pemakai). Namun Ketua SIAC ( Natural Health Products Special Interest Area Community ) di Maryland Amerika Serikat, DR. Carmen Tamayo, MD mengatakan bahwa terminologi Probiotik di pasar dunia adalah mikroorganisme hidup yang diberikan dalam jumlah yang memadai untuk memberikan kesehatan bagi inang (pemakai), mencegah, menyembuhkan, mengurangi dan/atau mengobati penyakit. “The current market refers to them as microorganisms which when consumed in adequate amounts, confer a health effect on the host, preventing, cure, mitigating or treating a disease” ( Clinical Research on Probiotics: The Interface between Science and Regulation, Carmen Tamayo, 2008 ). Hal tersebut mendapat dukunga dari National Institutes of Health, National Center for Complementary and Alternative Medicine (1R13AT003805-01 to Patricia L. Hibberd) yaitu lembaga Institut Kesehatan Nasional , pusa nasional obat alternative komplementer Amerika Serikat.

Dalam pengeritan yang mudah dicerna nya Probiotik adalah sejumlah bakteri mikroorganisme baik yang bermanfaat bagi tubuh manusia untuk memenuhi keseimbangan bakteri yang hilang akibat lingkungan, pola makan yang salah , pemakaian obat kimia dan antibiotik yang berlebihan.
Pemakaian obat-obatan kimia ( farmasi medis ) yang dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dalam pengobatan penyakit tertentu akan menyebabkan dysbiosis yaitu ketidakseimbangan bakteri yang ada didalam tubuh. Selanjutnya , kondisi disbiosis ini menyebabkan penyakit baru yaitu gangguan pada organ ginjal, alergi, obesitas, kanker, mudah stres dan penyakit bahaya lainnya. Di pemasaran dunia pengobatan alternative, Probiotik dikemas dalam berbagai bentuk dan fungsi, untuk kemasan dan bentuk bisa beruba cairan, powder atau kapsul yang memuat strain bakteri dalam satuan CFU ( colony forming unit ).

Bakteri-bakteri tersebut tidak dibatasi pada strain bakteri Lactobacillus rhamnosus GG, Lactobacillus reuteri, Lactobacillus casei, Lactobacillus paracasei, Bacillus coagulans, Bacillus clausii, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium longum, Bifidobacterium infantis, Saccharomyces boulardii and Saccharomyces cerevisiae strain ( Nissle 1917 ). Melainkan dimungkinkan terdapat strain bakteri lain yang membuat dampak positif pada penyembuhan penyakit dan kesehatan pada manusia.

Di Amerika Serikat sendiri penggunaan Probiotik tidak memerlukan persetujuan FDA ( Food and drug Administration ) kecuali untuk masuk industri dan pemasaran yang luas. Awalnya Probiotik menjadi suplemen makanan, namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan kini Probiotik menjadi media terapi pengobatan biologi ( therapeutic medicine ) yang telah di teliti oleh para ahli Amerika dan Eropa. Banyaknya para ahli meneliti probiotik sehingga menjadi pengobatan alternatif komplementer sudah banyak dilakukan oleh orang Amerika , bahkan tahun 18 tahun yang lalu Pusat Nasional Pengobatan alternative dan komplementer Amerika serikat melakukan survey bahwa anak usia dibawah 18 tahun telah menggunakan Probiotik sebagai obat alternatif, dengan pembelanjaan probiotik pertahun memiliki angka yang fantastis sebesar Rp. 400 triliun ( USD $30 billion ) dan meningkat pada tahun 2018 menjadi Rp. 690 triliun ( USD $46 billion ). Peningkatan penggunakan probiotik baik sebagai suplemen makanan dan minuman maupun sebagai penyembuhan alternative penyakit itu disebabkan tingginya resistansi public di Amerika terhadap antibiotik menurut ahli farmasi Universitas Atlantic Palm Beach di Florida, Erwin Dorval, PharmD .

Pertahanan Tubuh Manusia Dengan kondisi derasnya informasi tentang bahaya covid-19 saat ini baik di Indonesia, regional dan internasional hampir seluruh media mainstream memberikan informasi yang sama yaitu bahaya nya covid-19 yang bisa mematikan manusia, bahkant terakhir seekor hewan Harimau di India terpapar covid-19. Setiap orang akhir nya berfikir bagaimana menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh dari bahaya virus tersebut, mulai dari mengkonsumsi Vitamin-C, nutrisi zync, bahan herbal empon-empon yang digaungkan oleh Guru Besar Universitas Airlangga Prof. Chaerul Anwar Nidom dan berbagai temuan ramuan herbal lain nya yaitu untuk pencegahan covid-19 dari produk Prof Suhardi dan dari Bandung yang penulis lakukan.

Manusia diciptakan Tuhan dengan kemampuan secara inheren yaitu dilengkapi pasukan bakteri dan virus yang mampu menangkal pathogen yang masuk dari berbagai jalur melalui, makanan, udara, mata, telinga dan pori-pori kulit tubuh. Setiap harinya dalam melakukan aktifitas kita akan menemui dan menghirup milyaran virus dan bakteri yang masuk tubuh kita melalui berbagai jalur organ mata, telinga, hidung mulut dan tangan atau bahkan pori-pori dan saluran pembuangan kita. Semua pathogen virus dan bakteri berbahaya tersebut bisa dilumpuhkan oleh bakteri yang membentuk sistem imun pada organ sel kita diantara nya sel darah putih atau dikenal dengan nama Lekosit ( Leukocyte ) yang dibagi dengan beberapa bagian yaitu granulosit, lymposit dan monosit.
Sekitar 110 triliun bakteri yang berada di dalam tubuh manusia yang sekitar 40% berada didalam usus sisanya dilapisan kulit, lapisan lender (mocus) dan seluruh organ tubuh lainnya termask otak, jantung, liver, ginjal dan pankreas. Bakteri tersebut dalam usus berfungsi untuk memecah makanan sehingga terurai dan menyalurkan seluruh nutrisinya oleh aliran darah keseluruh organ tubuh. Bakteri yang ada di lapisan selaput lendir ( mocus ) untuk mencegah bakteri dan virus jahat yang masuk ketubuh manusia. Bakteri dalam organ payudara yang membentuk dan menghimpun berbagai zat makanan sehingga tumbuh air susu ibu dan banyak. Begitu pula bakteri pada sel darah putih yang membentuk pertahanan tubuh dari berbagai pathogen yang masuk.

Namun seiring dengan bertambahnya usia apalagi orang yang mengalami penyakit kronis tentu imun tubuh tersebut memiliki pengurangan daya tangkal terhadap pathogen (Pawelec, 2018).

Kondisi menurunya imun tubuh juga dipengaruhi oleh kondisi pikiran yang stres (Locke et al., 1984) (Nishihira et al., 2018) dan obesitas (Smith et al., 2009). Sistem kekebalannya yang terpenting adalah di dalam saluran pencernaan, paru-paru dan mulut / tenggorokan. Zat yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh membantu kita bertahan melawan atau merespons patogen virus dan bakteri.
Dalam kehidupan sehari-hari yang sering tidak sadari adalah ketika mengalami influenza (flu) , penyakit ini disebabkan oleh virus yang dinamakan rhino virus yang dalam kondisi tertentu influenza ini dapat menyebabkan URTI ( upper respiratory tract infection ) (Nishihira et al., 2018). Namun beberapa penelitian menunjukan bahwa perubahan pada eksistensi mikrobiota usus dapat mencegah dan mengurangi komplikasi dan intensitas URTI tersebut dengan tingkat keparahan dan durasi gejala (Gao et al., 2020, Vouloumanou et al., 2009).

Sistem Imun dan Probiotik
Sejumlah konsensus dari para ahli kesehatan dunia bahwa menkonsumsi Probiotik akan mendukung kekebalan tubuh , menyesuaikan keseimbangan mikrobiota dengan berinteraksi dengan sistem kekebalan sel tubuh manusia (Corthésy et al., 2007; Ouwehand, 2007). Efek dari konsumi Probiotik yang tersebut meliputi meningkatnya aktivitas dan jumlah sel imun tubuh seperti leukosit , neutrophils dan sel pembunuh alami lainnya (Guillemard et al., 2010). Azad et al. (2018) telah mengatakan bahwa Probiotik memiliki kemampuan potensial dalam meningkatkan imun respon , begitu pula Nishihira et al. (2018) melakukan penelitian yang berjudul “Among various potential candidates, the use of probiotics is one possible way to prevent influenza virus infection.” Hal ini menunjul bahwa asam lemak rantai pendek (short chain fatty acids) dan senyawa lain pada Probiotik menstimulasi senyawa lain untuk memberikan efek imun respon yang baik (Frei et al., 2015).

Dari temuan dan penelitian para ahli sudah jelas bahwa konsumsi Probiotik akan dapat menurunkanpengaruh infeksi berbagai penyakit ringan dan berat, peradangan termasuk infeksi pernafasan akut. Kemampuan probiotik yang memiliki kandungan bakteri asam laktat (lactic acid bacteria) strain lactobacillus dan bifidobacterium membantu kekebatan tubuh dengan merangsang dan memicu tumbuhnya bakteri lain yang bermanfaat bagi tubuh manusia pada strain bakteri tertentu yang mendukung sistem imun tubuh (Rask et al., 2013; Van Puyenbroeck et al., 2012). Beberapa uji Klinis dalam kapasitas besar juga telah dilakukan di Amerika Serikat untuk menguji kemampuan Probiotik dalam menangkal Rhyno virus( virus flu ) dan menurunkan/menyembuhkan infeksi Saluran Pernafasan.
Demikian pula produk probiotik pada susu fermentasi yang memiliki strain bakteri

Lactobacillus Casei telah terbukti memodulasi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan respon anti body terhadap vaksinasi influenza dengan meningkatkan laju seroproteksi dan serokonversi. Di studi lain , pemakaian produk susu fermentasi tersebut yang terdiri dari bakteri Lactobacillun casei bisa dapat mencegah resiko infeksi secara menyeluruh termasuk penyakit saluran pernafasan dan saluran pencernaan (Guillemard et al., 2010b). Strain bakteri lain yang bermanfaat yang terdapat pada probiotik lainnya seperti Lactobacillus prantarum, Lactobacillus gasseri, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus lactis, Lactobacillus acodaphilus yang berfungsi untuk mengurangi peradangan, infeksi dan gangguan pada saluran pernafasan selain merangsang pertumbuhan bakteri dan virus untuk memberkuat kekebalan tubuh.

*) Pemerhati Kesehatan Publik Bandung, Juni 2020
Direktur HQ Nusantara Alami

Berita Terkait

Rakyat Banten Tidak Tinggal Diam: Soliditas Kultural dalam Melawan Kejahatan Agung Sedayu
Pajak untuk Hadiah Pribadi dari Luar Negeri, Apakah Ini Adil?
ASN, Haruskah Kita Percaya Lagi?
Sosok Pemimpin KBB ke Depan, Bagaimana Parpol?
Refleksi, Memasuki Abad ke-4 Kabupaten Bandung Mestilah Jujur
Tiga Tahun Menjadi Bupati: Sebuah Refleksi Diri
Dari SITUNG ke SIREKAP, Rekapitulasi Pemilu Berujung Penjara?!
Menakar Kinerja Pj Bupati Bandung Barat

Berita Terkait

Senin, 10 Maret 2025 - 12:46 WIB

Rakyat Banten Tidak Tinggal Diam: Soliditas Kultural dalam Melawan Kejahatan Agung Sedayu

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 23:39 WIB

Pajak untuk Hadiah Pribadi dari Luar Negeri, Apakah Ini Adil?

Sabtu, 27 Juli 2024 - 15:13 WIB

ASN, Haruskah Kita Percaya Lagi?

Jumat, 28 Juni 2024 - 12:53 WIB

Sosok Pemimpin KBB ke Depan, Bagaimana Parpol?

Rabu, 1 Mei 2024 - 10:40 WIB

Refleksi, Memasuki Abad ke-4 Kabupaten Bandung Mestilah Jujur

Berita Terbaru